Warga Bengkalis Desak Aparat Tak Tutup Mata
BENGKALIS- Penambangan pasir ilegal galian C diduga masih marak di Beting Pulau Ketam dan Sungai Injab Perairan Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis hingga kini masih berlangsung. Penambangan tidak mengantongi izin dan merusak lingkungan itu sejumlah kalangan di Bengkalis mendesak aparat tidak menutup mata.
"Aparat penegak hukum hendaknya menghentikan operasi penambangan ilegal di Perairan Rupat tersebut, tidak bisa dibiarkan. Mereka sudah bertahun-tahun beroperasi tanpa mengantongi izin dari pemerintah," ungkap Direktur Eksekutif Lingkaran Hijau Bengkalis Tun Ariyul Fikri kepada wartawan, Senin (4/9/17) dilansir riauterkini.
Menurutnya, menjadi persoalan ketika pemerintah memilih 'diam', dan tanpa upaya untuk melakukan tindakan tegas melakukan penambangan pasir secara ilegal tersebut.
"Jelas aktifitas ilegal seperti itu merusak lingkungan," katanya lagi.
Sebelumnya menurut Hasanudin salah seorang warga Pulau Rupat mengatakan, aktivitas penambangan liar pasir Pulau Rupat di dua wilayah tersebut dilakukan oleh cukong disebut-sebut SS alias Atan.
Menurutnya hasil penambangan pasir ilegal itu dijual ke kapal untuk dibawa ke Pulau Bengkalis, Kota Dumai dan Selat Panjang dibandrol seharga Rp90 ribu/koyan (1 koyan 2 kubik).(rtc)
"Aparat penegak hukum hendaknya menghentikan operasi penambangan ilegal di Perairan Rupat tersebut, tidak bisa dibiarkan. Mereka sudah bertahun-tahun beroperasi tanpa mengantongi izin dari pemerintah," ungkap Direktur Eksekutif Lingkaran Hijau Bengkalis Tun Ariyul Fikri kepada wartawan, Senin (4/9/17) dilansir riauterkini.
Menurutnya, menjadi persoalan ketika pemerintah memilih 'diam', dan tanpa upaya untuk melakukan tindakan tegas melakukan penambangan pasir secara ilegal tersebut.
"Jelas aktifitas ilegal seperti itu merusak lingkungan," katanya lagi.
Sebelumnya menurut Hasanudin salah seorang warga Pulau Rupat mengatakan, aktivitas penambangan liar pasir Pulau Rupat di dua wilayah tersebut dilakukan oleh cukong disebut-sebut SS alias Atan.
Menurutnya hasil penambangan pasir ilegal itu dijual ke kapal untuk dibawa ke Pulau Bengkalis, Kota Dumai dan Selat Panjang dibandrol seharga Rp90 ribu/koyan (1 koyan 2 kubik).(rtc)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti
Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas
Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini
Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak
Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas
Komentar