Tim Investigasi TNI Temukan Bukti Baru Bentrokan di Batam
BATAM - Tim investigasi internal TNI menemukan empat jenis proyektil berbeda di tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya Praka JK Marpaung. Temuan ini mematahkan argumen Kapolri Jenderal Pol Sutarman tentang tidak adanya peluru tajam di Mako Brimob Polda Kepri.
Penemuan proyektil tersebut, menjadi bukti baru yang dimiliki tim investigasi internal TNI. Hal ini akan digunakan untuk lebih jauh menyelidiki kasus tewasnya Praka JK Marpaung saat bentrok yang berujung penyerangan dari anggota Batalion 134 Tuah Sakti ke Mako Brimob Polda Kepri, Rabu malam lalu.
Ketua tim investigasi internal TNI, Brigjen TNI Dodi Wijanarko, selain menemukan empat jenis macam proyektil peluru, tim juga menemukan beberapa buah selongsong peluru laras panjang yang ditemukan di ruko depan Mako Brimob dengan jarak sekira 300 meter.
“Hingga saat ini tim investigasi gabungan masih bekerja dan menindaklanjuti temuan selonsong tersebut,” ucap Dodi, Sabtu (22/11/2014).
Dia menambahkan, proyektil yang ditemukan secara kasat mata persis dengan yang ada di dalam tubuh korban Praka JK Marpaung. Meski tidak secara tegas mengatakan jika jenis proyektil tertsebut milik Polri, namun Dodi menduga kuat proyektil tersebut milik korps baju cokelat.
Jika hal ini benar, tentu akan mematahkan argumen Kapolri Jenderal Pol Sutarman, yang menyebutkan bahwa pihaknya tidak menggunakan peluru tajam dalam bentrokan tersebut melainkan hanya menggunakan peluru karet. Sedangkan, peluru yang ada di dalam tubuh Praja JK Manurung, diakui Sutarman merupakan senjata khusus yang tidak dimiliki oleh kesatuannya.
Seperti diketahui, Rabu 19 November lalu terjadi bentrok antara anggota Batalyon 134 Tuah Sakti dengan anggota Brimob Polda Kepri. Bentrok yang berujung kontak senjata itu menewaskan satu anggota tni yakni praka Joni Kusuma Marpaung.
Sumber: okezone
Penemuan proyektil tersebut, menjadi bukti baru yang dimiliki tim investigasi internal TNI. Hal ini akan digunakan untuk lebih jauh menyelidiki kasus tewasnya Praka JK Marpaung saat bentrok yang berujung penyerangan dari anggota Batalion 134 Tuah Sakti ke Mako Brimob Polda Kepri, Rabu malam lalu.
Ketua tim investigasi internal TNI, Brigjen TNI Dodi Wijanarko, selain menemukan empat jenis macam proyektil peluru, tim juga menemukan beberapa buah selongsong peluru laras panjang yang ditemukan di ruko depan Mako Brimob dengan jarak sekira 300 meter.
“Hingga saat ini tim investigasi gabungan masih bekerja dan menindaklanjuti temuan selonsong tersebut,” ucap Dodi, Sabtu (22/11/2014).
Dia menambahkan, proyektil yang ditemukan secara kasat mata persis dengan yang ada di dalam tubuh korban Praka JK Marpaung. Meski tidak secara tegas mengatakan jika jenis proyektil tertsebut milik Polri, namun Dodi menduga kuat proyektil tersebut milik korps baju cokelat.
Jika hal ini benar, tentu akan mematahkan argumen Kapolri Jenderal Pol Sutarman, yang menyebutkan bahwa pihaknya tidak menggunakan peluru tajam dalam bentrokan tersebut melainkan hanya menggunakan peluru karet. Sedangkan, peluru yang ada di dalam tubuh Praja JK Manurung, diakui Sutarman merupakan senjata khusus yang tidak dimiliki oleh kesatuannya.
Seperti diketahui, Rabu 19 November lalu terjadi bentrok antara anggota Batalyon 134 Tuah Sakti dengan anggota Brimob Polda Kepri. Bentrok yang berujung kontak senjata itu menewaskan satu anggota tni yakni praka Joni Kusuma Marpaung.
Sumber: okezone
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini
Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak
Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas
Ops Patuh Lancang Kuning Segera Digelar, Masyarakat Harus Patuhi Aturan Berkendara
Jumat Berkah Polres Meranti Sasar Komunitas Becak, Kapolres: Polisi Harus Dekat dan Bermanfaat Bagi Masyarakat
Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, Polres Kepulauan Meranti Sita 9,3 Sabu
Komentar