Tiga Kali Sidang Tuntutan Eri Jack Ditunda, Hakim Surati Kejagung
BENGKALIS-Ketiga kalinya sidang dengan dengan agenda pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa Heri Kusnadi alias Eri Jeck, diduga bandar sabu 40 kilogram dan ratusan ribu pil ekstasi kembali ditunda digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Kamis (2/11/2017).
Penundaan ini menurut JPU dihadapan majelis hakim disebabkan tuntutan Kejaksaan Agung (Kejagung) tak kunjung turun.
Sidang agenda pembacaan tuntutan JPU digelar di Ruang Cakra PN Bengkalis, Ketua Majelis Hakim DR. Sutarno, SH, MH, dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, SH dan Aulia Fhatma Widhola, SH. Sedangkan JPU, Aci. Terdakwa Eri Jeck didampingi Penasehat Hukum (PH) Windrayanto, SH.
Majelis hakim menegaskan sesuai dengan standar prosedur pengadilan, akan mengirimkan surat resmi ke Jampidum Kejagung RI tembusan Kejari Bengkalis dan Kejati Riau agar tuntutan segera turun.
"Kami akan mengirimkan surat resmi ke Jampidum agar tuntutan segera turun dan dibacakan. Karena mengingat masa waktu penahanan terdakwa," ungkap Ketua Majelis Hakim DR. Sutarno sebelum menutup sidang.
Sementara itu meskipun enggan memberikan tanggapan dalam sidang ini, Windrayanto, SH, Penasehat Hukum (PH) Eri Jack, sempat meminta turunan berkas berita acara pemeriksaan (BAP) kliennya guna menyusun nota pembelaan (pledoi) .
"Intinya, kami berharap ada salinan BAP klien agar memudahkan untuk mengajukan nota pembelaan," ucap Windrayanto usai sidang.
Atas permohonan PH tersebut, majelis hakim mengabulkan permintaan PH tersebut dan biaya akan dibebankan kepada pemohon.
Sedang dengan agenda tuntutan JPU akan kembali digelar pekan depan, Rabu (9/11/2017).(Gus)
Penundaan ini menurut JPU dihadapan majelis hakim disebabkan tuntutan Kejaksaan Agung (Kejagung) tak kunjung turun.
Sidang agenda pembacaan tuntutan JPU digelar di Ruang Cakra PN Bengkalis, Ketua Majelis Hakim DR. Sutarno, SH, MH, dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, SH dan Aulia Fhatma Widhola, SH. Sedangkan JPU, Aci. Terdakwa Eri Jeck didampingi Penasehat Hukum (PH) Windrayanto, SH.
Majelis hakim menegaskan sesuai dengan standar prosedur pengadilan, akan mengirimkan surat resmi ke Jampidum Kejagung RI tembusan Kejari Bengkalis dan Kejati Riau agar tuntutan segera turun.
"Kami akan mengirimkan surat resmi ke Jampidum agar tuntutan segera turun dan dibacakan. Karena mengingat masa waktu penahanan terdakwa," ungkap Ketua Majelis Hakim DR. Sutarno sebelum menutup sidang.
Sementara itu meskipun enggan memberikan tanggapan dalam sidang ini, Windrayanto, SH, Penasehat Hukum (PH) Eri Jack, sempat meminta turunan berkas berita acara pemeriksaan (BAP) kliennya guna menyusun nota pembelaan (pledoi) .
"Intinya, kami berharap ada salinan BAP klien agar memudahkan untuk mengajukan nota pembelaan," ucap Windrayanto usai sidang.
Atas permohonan PH tersebut, majelis hakim mengabulkan permintaan PH tersebut dan biaya akan dibebankan kepada pemohon.
Sedang dengan agenda tuntutan JPU akan kembali digelar pekan depan, Rabu (9/11/2017).(Gus)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Sambut HUT ke-18, Pemkab Meranti Hapus 100 Persen Denda PBB-P2 hingga Akhir Tahun
Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti
Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas
Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini
Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak
Komentar