Terkuak! Napi Narkoba Azizie Kabur Dibantu 3 Sipir Lapas Bengkalis
PEKANBARU - Tiga petugas jaga atau sipir di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Bengkalis mengakui kalau mereka ikut membantu kaburnya warga binaan M Azizie Bin Abdul Hamid. Mereka menerima kompensasi untuk mengeluarkan terpidana 15 tahun penjara itu dari Lapas.
Hal itu terungkap dari sidang kode etik di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa, 28 November 2017. Tiga sipir itu adalah Safriandi, Sucipto, dan Beri Kunari Zawan.
Baca Juga:
Baca juga: Napi Kabur dari Lapas Bengkalis Belum Tertangkap
Bandar narkoba dari Malaysia itu kabur dari Lapas Bengkalis pada Kamis, 16 November 2017 lalu sekitar pukul 23.00 WIB. Kaburnya, ternyata karena difasilitasi.
"Ada penyalahgunaan wewenang, dan tentunya menyalahi kode etik petugas pemasyarakatan," ujar Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Riau, Lilik Sujandi.
Baca Juga: Hadeh.. Petugas Lapas Bengkalis Diperiksa
Baca juaga:Napi Lapas Bengkalis Kabur
Atas pelanggaran itu, ketiga sipir dituntut melakukan pengeluaran napi secara tidak sah. Mereka diminta membuat pernyataan terbuka kepada atasannya. "Dalam pemeriksaan, mereka mengakui menerima sesuatu (uang)," kata Lilik.
Selain sidang etik, ketiganya juga akan mintai pertanggung jawaban sebagai Aparatus Sipil Negara (ASN). Mereka ditindak secara administrasi seusai Undang-Undang PNS.
"Ketiganya juga direkomendasikan mengikuti proses hukum pidana umum oleh aparat penegak hukum. Proses akan dilanjutkan hingga ke tingkat pengadilan," jelas Lilik.[roc]
Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti
Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas
Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini
Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak