Sidang Politik Uang, JPU Tuntut Nur Azmi Hasyim 3,6 Tahun
BENGKALIS - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut kejaksaan Negeri Bengkalis tuntut terdakwa tindak pidana politik uang, anggota DPRD Bengkalis Nur Azmi Hasyim dan ajudan Adi Purnawan dengan pidana kurungan penjara 3,6 tahun denda Rp200 juta atau subsider 1 bulan.
Penyampaian JPU ini, saat gelar sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Bengkalis, Kamis 7 Juni 2018. Dari Majelis hakim dipimpin ketua Dr Sutarno, didampingi dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata dan Mohd. Rizky Musmar.
Dibacakan kasi pidana umum sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) Iwan Roy Carles didampingi JPU Aci Jaya Putra dan Agrin Nico Reval, kedua terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana pemilu gubernur dan wakil gubernur Riau.
JPU menilai pebuatan terdakwa terbukti sebagaimana diatur dalam Pasal 187 A ayat (1) Jo Pasal 73 ayat (4) Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi undang-undang Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.
Dari pantauan di PN Bengkalis, kuasa Hukum kedua terdakwa, Saut Maruli Tua Manik langsung mengajukan pembelaan (pledoi)," Izin majelis, kita akan ajukan pembelaan,"ujarnya di hadapan majelis Hakim dan JPU.[And]
Baca Juga:
Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti
Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas
Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini
Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak