Seorang Ayah di Dumai Setubuhi Tiga Anaknya Sendiri Bergiliran
Dumai- Entah apa yang ada dalam pikiran HS, warga Jalan Pulau Rupat, Kota Dumai, Provinsi Riau.
Ia tega mencabuli tiga putrinya secara bergiliran. Aksi bejat dilakukan ayah enam anak pada September 2014 silam.
Informasi diterima, laki-laki yang bekerja sebagai tukang ojek ini sempat kabur. Lebih dari satu tahun HS menghilang tanpa kabar.
Namun setelah mendapat informasi dari keluarga korban, tersangka berhasil diamankan, Jumat (6/3/2015).
Tersangka diamankan di Duri, Kabupaten Bengkalis, dan digelandang ke Mapolsek Mandau, usai dipukuli warga ikut menangkap tersangka.
Kondisi wajah HS babak belur. Ia kini sudah diserahkan kepada pihak penyidik Mapolres Dumai.
Akibat perbuatan tersangka, kini ketiga putrinya sebut saja Bunga (11), Mawar (14) dan Melati (16), memilih berhenti sekolah. Mereka sempat mengalami trauma psikis karena malu. Sehingga memilih untuk tidak sekolah lagi.
Ketika diperiksa polisi di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), HS sempat menangis. HS hanya mampu menyesali perbuatannya. Tapi apa daya nasi sudah jadi bubur.
"Saya menyesal sudah melakukan itu semua. Saya sayang pada mereka. Tapi entah kenapa terlintas pikiran buruk," kata HS wajahnya tampak memar kepada Senin (9/3/2015).
Dituturkan HS, ketiga putrinya disetubuhi saat istri tersangka tidak berada di rumah. Pengakuan tersangka aksi bejat itu dilakukannya pada 19 September 2014 silam.
Awalnya ia menyetubuhi Bunga. Usai melakukan perbuatan tersebut, HS mengancam Bunga agar tidak memberitahukan itu kepada Ibunya.
Hal sama juga dilakukan HS kepada Mawar dan Melati.Satu per satu putrinya sendiri disetubuhi tersangka.
Pengakuan tersangka korban disetubuhi sebanyak dua kali. Ia tertarik untuk menyetubuhi putrinya sendiri, lantaran bertengkar dengan istrinya. Sehingga saat diajak berhubungan intim istrinya malah menolak.
"Kami waktu itu sering bertengkar, ketika diajak berhubungan intim, istri saya menolak. Makanya saya setubuhi mereka," ungkap pria 48 tahun. (red)
Ia tega mencabuli tiga putrinya secara bergiliran. Aksi bejat dilakukan ayah enam anak pada September 2014 silam.
Informasi diterima, laki-laki yang bekerja sebagai tukang ojek ini sempat kabur. Lebih dari satu tahun HS menghilang tanpa kabar.
Namun setelah mendapat informasi dari keluarga korban, tersangka berhasil diamankan, Jumat (6/3/2015).
Tersangka diamankan di Duri, Kabupaten Bengkalis, dan digelandang ke Mapolsek Mandau, usai dipukuli warga ikut menangkap tersangka.
Kondisi wajah HS babak belur. Ia kini sudah diserahkan kepada pihak penyidik Mapolres Dumai.
Akibat perbuatan tersangka, kini ketiga putrinya sebut saja Bunga (11), Mawar (14) dan Melati (16), memilih berhenti sekolah. Mereka sempat mengalami trauma psikis karena malu. Sehingga memilih untuk tidak sekolah lagi.
Ketika diperiksa polisi di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), HS sempat menangis. HS hanya mampu menyesali perbuatannya. Tapi apa daya nasi sudah jadi bubur.
"Saya menyesal sudah melakukan itu semua. Saya sayang pada mereka. Tapi entah kenapa terlintas pikiran buruk," kata HS wajahnya tampak memar kepada Senin (9/3/2015).
Dituturkan HS, ketiga putrinya disetubuhi saat istri tersangka tidak berada di rumah. Pengakuan tersangka aksi bejat itu dilakukannya pada 19 September 2014 silam.
Awalnya ia menyetubuhi Bunga. Usai melakukan perbuatan tersebut, HS mengancam Bunga agar tidak memberitahukan itu kepada Ibunya.
Hal sama juga dilakukan HS kepada Mawar dan Melati.Satu per satu putrinya sendiri disetubuhi tersangka.
Pengakuan tersangka korban disetubuhi sebanyak dua kali. Ia tertarik untuk menyetubuhi putrinya sendiri, lantaran bertengkar dengan istrinya. Sehingga saat diajak berhubungan intim istrinya malah menolak.
"Kami waktu itu sering bertengkar, ketika diajak berhubungan intim, istri saya menolak. Makanya saya setubuhi mereka," ungkap pria 48 tahun. (red)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Operasi Antik 2026, Polres Meranti Intensifkan Razia THM untuk Cegah Narkoba
Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah
Komsos Babinsa di Banglas, Warga Diimbau Aktif Jaga Lingkungan
Patroli Rutin Babinsa dan MPA di Desa Mekarbaru Pastikan Wilayah Bebas Karhutla
Imigrasi Selatpanjang Jadikan Melai sebagai Desa Binaan Cegah TPPO dan TPPM
Pencurian Ruko di Tanjung Harapan Selatpanjang Terungkap, Satu Pelaku Ditangkap
Komentar