Sekko Pekanbaru Mangkir dari Panggilan Bawaslu
PEKANBARU - Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru, M Noer tidak memenuhi panggilan (mangkir) dari Badan Pengawas Pemillu (Bawaslu) Provinsi Riau.
Pemanggilan terhadapnya dilakukan terkait dugaan menghadiri syukuran di kediaman Walikota Pekanbaru Firdaus, yang mendapatkan rekomendasi dari partai politik (parpol) Demokrat untuk maju pada Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri).
Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan terhadap Sekko pada Senin, 14 Januari 2018 lalu.
"Kita sudah melayangkan surat pada Senin (14/1) lalu, untuk mengundang agar M Noer mengklarifikasi yang juga bertugas sebagai Sekko," ungkap Rusidi, Rabu (17/1) pagi.
Ketidakhadiran M Noer tersebut, lanjut Rusidi, lantaran dia sedang menjalankan tugas di Jakarta. Ia sempat mengutus seorang perwakilan, namun perwakilan itu dinyatakan tidak dianggap hadir karena ini masuk dalam kaitan pelanggaran kode etik.
"Informasi dinas di luar di Jakarta. Kita menganggap beliau tidak datang, dan perwakilan itu tidak dianggap. Ada dari Pemko yang datang kesini, tapi saya sampaikan karena dugaan pelanggaran kode etik maka yang bersangkutan yang harus datang," katanya.[jmn]
Baca Juga:
Sambut HUT ke-18, Pemkab Meranti Hapus 100 Persen Denda PBB-P2 hingga Akhir Tahun
Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti
Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas
Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini