Satriandi: Penembakan Jodi Dendam Pribadi, Saya Setting
PEKANBARU - Usai dipapah dan digotong ke ruangan Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto, Satriandi (29) mengakui aksi penembakan terhadap Joni Setiawan (21) yang dilakukannya, Sabtu 7 Januari 2017 pukul 23.30 WIB hingga meninggal dunia karena dendam pribadi.
Saat menjawab pertanyaan Kapolresta Pekanbaru, Satriandi hanya berkata seadanya seperti dirinya sudah tidak sanggup lagi untuk berkata-kata.
"Jadi aksi itu saya lakukan karena dendam pribadi, saya setting sedemikian rupa mendadak mengajak bertemu dengannya di Jalan Hasanuddin," kata Satriandi, Senin, 9 Januari 2016.
"Setelah korban berada di lokasi, saya tembak dua kali dari dalam mobil," imbuhnya. Kapolres masih bingung dengan jawabannya dan kembali memberikan pertanyaan lainnya.
Mengingat senjata yang ia pergunakan untuk menghabiskan nyawa korban ternyata hanyalah senjata rakitan. "Usai saya tembak satu kali, saya putar magasinnya karena senjata itu rakitan," imbuhnya.
Usai korban tersungkur, pelaku melarikan diri dan akhirnya Polisi mengembangkan aksi pembunuhan ini hingga akhirnya tersangka tertangkap di Sumatera Barat.(red/roc)
Baca Juga:
Operasi Antik 2026, Polres Meranti Intensifkan Razia THM untuk Cegah Narkoba
Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah
Komsos Babinsa di Banglas, Warga Diimbau Aktif Jaga Lingkungan
Patroli Rutin Babinsa dan MPA di Desa Mekarbaru Pastikan Wilayah Bebas Karhutla
Imigrasi Selatpanjang Jadikan Melai sebagai Desa Binaan Cegah TPPO dan TPPM