Polsek Pujud Masih Kejar Tersangka Pembacokan
PUJUD - Kapolsek Pujud AKP Syofyan mengatakan pihaknya masih memburu tersangka, Raju (30) pelaku pembunuhan terhadap kepala dusun Bangun Jaya, kepenghuluan Sei Tapah kecamatan Tanjung Medan, Jaya Putra Damanik (50).
"Tersangkanya masih belum dapat, masih pencarian. Mohon doa dan dukungan dari semua masyarakat agar tersangka dapat ditangkap secepatnya," ujar Syofyan dihubungi RohilOne.com, Jumat (23/1).
Tersangka Raju membacok korban hingga tewas dalam kondisi yang mengenaskan, Kamis (22/1) dini hari sekitar pukul 01.30 wib. Sebelum pembacokan terjadi, korban dan tersangka sempat terlibat cekcok di warung milik warga bernama Iyok yang terdapat di wilayah dusun yang sama.
Kasus pembunuhan itu diduga dipicu karena persoalan dendam, dimana tersangka sakit hati karena merasa dituduh mencuri sepeda motor korban. Sebelum kasus pembunuhan tersebut terjadi antara pelaku dengan korban kerap terlibat pertengkaran mulut.
"Memang mereka itu kerap bertengkar. Semua ini terjadi sejak pak kadus kehilangan sepeda motor," ujar Iyok, kepada sejumlah wartawan. Cekcok yang terjadi di warungnya juga disebabkan adanya tudingan itu sehingga pelaku yang tersinggung kemudian pergi meninggalkan warung.
Usai bertengkar tidak disangka beberapa saat kemudian tersangka Raju kembali ke warung dan langsung menganiaya korban mengunakan parang panjang. Korban tewas bersimbah darah dengan sejumlah luka terbuka di bagian badan, dan leher. (Ady)
"Tersangkanya masih belum dapat, masih pencarian. Mohon doa dan dukungan dari semua masyarakat agar tersangka dapat ditangkap secepatnya," ujar Syofyan dihubungi RohilOne.com, Jumat (23/1).
Tersangka Raju membacok korban hingga tewas dalam kondisi yang mengenaskan, Kamis (22/1) dini hari sekitar pukul 01.30 wib. Sebelum pembacokan terjadi, korban dan tersangka sempat terlibat cekcok di warung milik warga bernama Iyok yang terdapat di wilayah dusun yang sama.
Kasus pembunuhan itu diduga dipicu karena persoalan dendam, dimana tersangka sakit hati karena merasa dituduh mencuri sepeda motor korban. Sebelum kasus pembunuhan tersebut terjadi antara pelaku dengan korban kerap terlibat pertengkaran mulut.
"Memang mereka itu kerap bertengkar. Semua ini terjadi sejak pak kadus kehilangan sepeda motor," ujar Iyok, kepada sejumlah wartawan. Cekcok yang terjadi di warungnya juga disebabkan adanya tudingan itu sehingga pelaku yang tersinggung kemudian pergi meninggalkan warung.
Usai bertengkar tidak disangka beberapa saat kemudian tersangka Raju kembali ke warung dan langsung menganiaya korban mengunakan parang panjang. Korban tewas bersimbah darah dengan sejumlah luka terbuka di bagian badan, dan leher. (Ady)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Operasi Antik 2026, Polres Meranti Intensifkan Razia THM untuk Cegah Narkoba
Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah
Komsos Babinsa di Banglas, Warga Diimbau Aktif Jaga Lingkungan
Patroli Rutin Babinsa dan MPA di Desa Mekarbaru Pastikan Wilayah Bebas Karhutla
Imigrasi Selatpanjang Jadikan Melai sebagai Desa Binaan Cegah TPPO dan TPPM
Pencurian Ruko di Tanjung Harapan Selatpanjang Terungkap, Satu Pelaku Ditangkap
Komentar