Pengunjung W Cafe Disuguhi Pelayan Seksi
Baca Juga:
Pantauan di lokasi bagian belakang W Cafe itu sejumlah tempat duduk disekat-sekat dengan triplek hingga tak terlihat ada orang duduk di dalamnya.
Setidaknya, ada lima meja yang disekat pada sebelah kiri, jika berdiri di pintu belakang cafe. Pandang lurus ke depan, jika masih berdiri di pintu belakang, ada dua meja yang disekat.
Celakanya, pada meja-meja yang disekat dengan triplek itu, hanya diterangi dengan cahaya lampu remang-remang. Bahkan, ada sengaja dipadamkan.
Dalam kegelapan itu, KS begitu jelas mendengar suara centil pelayan ketawa bersama tamunya yang menenggak minuman beralkohol, seperti tiger dan carlberg. Tak tau entah apa yang mereka ketawakan, yang jelas si pelayan begitu keluar dari meja yang berskat itu terlihat mengisap rokok.
Sempat menawarkan minuman kepada KS, dan ME hanya memesan kopi. Wanita itu suaranya terdengar berat, seperti kebanyakan minuman air beralkohol.
Alunan musik selatan yang biasanyadiperdengarkan di diskotif, menghentak telinga. Malam sudah berganti dini hari, tapi W Cafe itu belum juga tutup. Tamu-tamu kalangan anak muda, ada juga yang sudah berusia kepala 40-an ke atas, masih berdatangan.
Peristiwa ini mencemaskan Dedek, salah seorang pemuda di Selatpanjang. "Kite kasihan dengan pelayan yang di depan, mereka pakai jilbab dan sopan, bisa-bisa nanti terpengaruh dengan pelayan yang seksi itu," ucap Dedet.
Kasir W Cafe, mengaku tempat usaha itu sudah berjalan empat bulan. Dia tak tahu siapa nama pemilik cafe. "Tanggal 14 nanti sudah 4 bulan usaha ini dibuka. Kami tak tau siapa nama pemilik cafe ini, biasanya kami manggilnya dengan sebutan abang. Kalau tak abang, bos," kata salah seorang karyawan berjilbab itu. (Riky/moc)
Operasi Antik 2026, Polres Meranti Intensifkan Razia THM untuk Cegah Narkoba
Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah
Komsos Babinsa di Banglas, Warga Diimbau Aktif Jaga Lingkungan
Patroli Rutin Babinsa dan MPA di Desa Mekarbaru Pastikan Wilayah Bebas Karhutla
Imigrasi Selatpanjang Jadikan Melai sebagai Desa Binaan Cegah TPPO dan TPPM