Selasa, 21 April 2026 WIB
Selasa, 21 April 2026 WIB

Oknum Satpol PP Pemprov Riau Ikut Komplotan Perampok Lintas Provinsi

- Jumat, 09 Mei 2014 01:54 WIB
Oknum Satpol PP Pemprov Riau Ikut Komplotan Perampok Lintas Provinsi

PEKANBARU, PESISIRONE.com - Oknum Satpol PP Pemprov Riau terlibat dalam jaringan perampokan lintas provinsi. Tugasnya sebagai pemeta lokasi perampokan toko emas di Pekanbaru.

Baca Juga:


"Benar, ada oknum Satpol PP yang terlibat dalam komplotan perampokan itu. Perampokan toko emas sebanyak 3 kg dan uang kontan Rp 500 juta itu, eksekutor lapangannya dari Palembang dan Padang," kata Kapolda Riau, Brigjen Condro Kirono dalam jumpa pers di Mapolda Riau, Jl Sudirman, Kamis (8/5/2014).


Dia menjelaskan, dalam kasus perampokan toko emas Mulia di Pekanbaru pada pertengahan April lalu berjumlah 6 orang. Komplotan ini berhasil diringkus di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.


"Tersangkanya ada 4 orang. Satu tersangka M tewas ditembak saat kita gerebek melakukan perlawanan," kata Condro.


Saat digerebek dua hari lalu di Sumsel, tersangka M bersama rekannya RF. Setelah RF tertangkap lantas dikembangkan untuk menangkap tersangka S yang tak lain istrinya sendiri. Selanjutnya terbongkarlah tersangka LR oknum Satpol PP.


"Biasanya aksi perampokan lintas provinsi itu, tetap saja jaringannya di daerah sasaran menjadi tugas pemetaan. Oknum Satpol PP inilah orang yang memberikan peta lokasi tempat pelarian, serta menyediakan sepeda motor saat merampok di toko emas," imbuhnya.


Dari 6 komplotan itu, dua eksekutor di lapangan masih DPO. Dua orang tersebut berasal dari jaringan bandit di Sumatera Barat


"Mereka ini satu jaringan sindikat khusus merampok toko emas. Mereka ini juga pernah terlibat merampok toko emas di Sumbar," tambah Condro.


Tak hanya itu, dua bulan sebelum merampok toko emas di Pekanbaru, kasus yang sama terjadi di Jambi.


"Makanya dalam perkara ini, 3 tersangka ini masih akan diselidik juga oleh Polda Jambi. Karena kuat dugaan komplotan ini terlibat aksi perampokan toko emas di Jambi. Dari tangan tersangka S kita sita 4 buku tabungan yang bersikan uang Rp 200 juta. S kita tangkap dalam persembunyiannya di Semarang," tuturnya.


Barang bukti yang berhasil disita dari komplotan ini, sisa emas sekitar satu plastik kecil yang belum dijual. Dua pucuk pistol revolver dan FM serta puluhan amunisi.(dnc/pog)

SHARE:
Berita Terkait
Operasi Antik 2026, Polres Meranti Intensifkan Razia THM untuk Cegah Narkoba

Operasi Antik 2026, Polres Meranti Intensifkan Razia THM untuk Cegah Narkoba

Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah

Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah

Komsos Babinsa di Banglas, Warga Diimbau Aktif Jaga Lingkungan

Komsos Babinsa di Banglas, Warga Diimbau Aktif Jaga Lingkungan

Patroli Rutin Babinsa dan MPA di Desa Mekarbaru Pastikan Wilayah Bebas Karhutla

Patroli Rutin Babinsa dan MPA di Desa Mekarbaru Pastikan Wilayah Bebas Karhutla

Imigrasi Selatpanjang Jadikan Melai sebagai Desa Binaan Cegah TPPO dan TPPM

Imigrasi Selatpanjang Jadikan Melai sebagai Desa Binaan Cegah TPPO dan TPPM

Pencurian Ruko di Tanjung Harapan Selatpanjang Terungkap, Satu Pelaku Ditangkap

Pencurian Ruko di Tanjung Harapan Selatpanjang Terungkap, Satu Pelaku Ditangkap

Komentar
Berita Terbaru