Senin, 26 Oktober 2026 WIB
Senin, 26 Oktober 2026 WIB

Minta 'japrem' tiap mobil masuk terminal, 3 orang dibekuk

- Selasa, 10 Januari 2017 00:26 WIB
Minta 'japrem' tiap mobil masuk terminal, 3 orang dibekuk

PEKANBARU - Tiga orang dibekuk petugas karena kerap meresahkan masyarakat dengan melakukan pungutan liar atau jatah preman (japrem) terhadap mobil angkutan barang yang hilir mudik di Terminal AKAP, Kota Pekanbaru.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Surawan didampingi Kasubdit I AKBP Asep Iskandar mengatakan, ketiga pelaku yakni MM, RS dan BA ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber Pungli) Saber (Sapu Bersih) saat ngutip uang di area terminal AKAP, Minggu (8/1) malam.

"Dari tangan mereka, Tim Saber Pungli menyita uang sebesar Rp 44 ribu, serta karcis yang dipakai untuk pembayaran uang kutipan. Diduga, aktivitas pungli di terminal ini sudah berlangsung lama," ujar AKBP Asep kepada merdeka.com, Senin (9/1).

Menurut Asep, para pelaku selalu meminta uang alias jatah preman dari mobil barang yang datang dari luar kota melewati terminal dan atau masuk (parkir) di dalam terminal. Para sopir yang resah dengan perbuatan mereka pun melapor ke polisi kemudian dipancing dan berhasil menangkap mereka.

Dia menjelaskan, terbongkarnya aktivitas pungli ini berawal dari banyaknya laporan yang masuk. Bahwa para sopir baik angkutan dalam kota maupun dari luar daerah mengeluh karena selalu diperas oleh pelaku.

"Para pelaku ini sudah ada kesepakatan dengan pengelola terminal. Bahkan tukang kutip yang kita amankan tersebut juga orang dalam teminal," jelas Asep.

Selain itu, para pelaku memiliki manajemen dalam melakukan pungutan liar ini. Sistem yang mereka lakukan dengan cara bagi hasil, ada persentase keuntungan yang didapat dari tiap karcis.

"Ini yang masih kita kembangkan. Ada beberapa orang lainnya yang masih kita target," ucap Asep.

Dijelaskannya, ketiga pelaku juga punya peran masing-masing yang berbeda, ada yang sebagai tukang pungut atau tukang kutip uang, adapula sebagai koordinator dan selaku pengawas.

"Setiap mobil yang masuk atau hanya melintas di terminal itu tetap dipungut uang. Itu bahkan pakai shift jaga," pungkasnya.(mdk)
 

Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini

Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini

Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak

Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak

Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas

Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas

Ops Patuh Lancang Kuning Segera Digelar, Masyarakat Harus Patuhi Aturan Berkendara

Ops Patuh Lancang Kuning Segera Digelar, Masyarakat Harus Patuhi Aturan Berkendara

Jumat Berkah Polres Meranti Sasar Komunitas Becak, Kapolres: Polisi Harus Dekat dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

Jumat Berkah Polres Meranti Sasar Komunitas Becak, Kapolres: Polisi Harus Dekat dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, Polres Kepulauan Meranti Sita 9,3 Sabu

Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, Polres Kepulauan Meranti Sita 9,3 Sabu

Komentar
Berita Terbaru