Lagi-lagi, Sidang Pembunuhan Sadis di Bengkalis Ditunda
BENGKALIS - Sidang lanjutan Kasus pembunuhan dan disertai Mutilasi terhadap korban Bayu Santoso (27) yang terjadi pada 25 Maret 2017 silam, di Pengadilan Negeri Bengkalis, Kamis (7/9/17) siang kembali ditunda Majelis Hakim PN Bengkalis.
Ditundanya sidang lanjutan tersebut, dikarenakan 5 orang saksi tidak hadir dalam sidang yang akan digelar tersebut. Sebelumnya sidang mendengarkan keterangan saksi sempat ditunda karena Ketua Hakim berhalangan.
Sidang kasus Pembunuhan dan Mutilasi itu, dipimpin Ketua Hakim Sutarno, hakim anggota Wimmi D. Simarmata dan Aulia Fhatma Widhola.
Sedangkan dari Kejaksaan Negeri Bengkalis menunjuk 4 Jaksa Penuntut Umum (JPU). Adapun JPU itu yakni, Kasi Pidum Robi Harianto, Handoko, Andi Sunartejo dan Rheza, disamping itu, sedangkan dari Kuasa Hukum ketiga terdakwa yakni, Windrayanto SH dibantu 3 orang anggota.
"Sidang hari ini kembali ditunda, karena para saksi tidak hadir,"ungkap JPU Andi Sunartejo di PN Bengkalis, Kamis (7/9/2017).
Dalam kasus tersebut, pelaku atau terdakwa masing-masing, Herianto alias Heri, Ali Akbar dan Andrean alias Gondrong.
Diketahui, ketiga terdakwa ini dikenakan pasal 340 junto 55 atau 338 junto 55 dengan hukuman bisa seumur hidup, mati dan 20 tahun penjara. (Gus)
Ditundanya sidang lanjutan tersebut, dikarenakan 5 orang saksi tidak hadir dalam sidang yang akan digelar tersebut. Sebelumnya sidang mendengarkan keterangan saksi sempat ditunda karena Ketua Hakim berhalangan.
Sidang kasus Pembunuhan dan Mutilasi itu, dipimpin Ketua Hakim Sutarno, hakim anggota Wimmi D. Simarmata dan Aulia Fhatma Widhola.
Sedangkan dari Kejaksaan Negeri Bengkalis menunjuk 4 Jaksa Penuntut Umum (JPU). Adapun JPU itu yakni, Kasi Pidum Robi Harianto, Handoko, Andi Sunartejo dan Rheza, disamping itu, sedangkan dari Kuasa Hukum ketiga terdakwa yakni, Windrayanto SH dibantu 3 orang anggota.
"Sidang hari ini kembali ditunda, karena para saksi tidak hadir,"ungkap JPU Andi Sunartejo di PN Bengkalis, Kamis (7/9/2017).
Dalam kasus tersebut, pelaku atau terdakwa masing-masing, Herianto alias Heri, Ali Akbar dan Andrean alias Gondrong.
Diketahui, ketiga terdakwa ini dikenakan pasal 340 junto 55 atau 338 junto 55 dengan hukuman bisa seumur hidup, mati dan 20 tahun penjara. (Gus)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti
Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas
Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini
Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak
Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas
Komentar