Konflik Jaring Batu, Kapal Nelayan Meranti Dibakar Di Desa Muntai
BENGKALIS -Kapal nelayan jaring batu asal Tebing Tinggi Barat kabupaten Kepulauan Meranti dibakar oleh nelayan Rawai desa Muntai kecamatan Bantan Bengkalis, Rabu 7 Desember petanh kemarin.
Pembakaran terhadap kapal nelayan jaring batu itu, dampak dari konflik nelayan jaring batu dengan nelayan rawai Muntai. Nelayan rawai Muntai melarang nelayan jaring batu beroperasi diperairan mereka.
"Nelayan Muntai pertama mengamankan kapal nelayan Tebing Tinggi Barat (Meranti), menurut masyarakat setempat nelayan itu menangkap ikan diperairan mereka tidak sesuai ketentuan. Pelaku (nelayan Meranti) diamankan, namun pada sore harinya sempat dilakukan pengrusakan dan pembakaran, "benar Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono saat dihubungi bengkalisone, Kamis (8/12).
Saat ini, sampaikan Kapolres, sedang dilakukan mediasi penyelesaian permasalah yang terjadi disana.
"Korban tidak ada. Nelayan Meranti itu saat ini diamankan agar tidak ada hal yang tidak diinginkan terjadi, "ucap Hadi.
Dari informasi yang dirangkum, Nelayan Meranti tersebut bernama Bakri warga Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti. (Gus)
Baca Juga:
Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini
Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak
Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas
Ops Patuh Lancang Kuning Segera Digelar, Masyarakat Harus Patuhi Aturan Berkendara
Jumat Berkah Polres Meranti Sasar Komunitas Becak, Kapolres: Polisi Harus Dekat dan Bermanfaat Bagi Masyarakat