Selasa, 27 Oktober 2026 WIB
Selasa, 27 Oktober 2026 WIB

Kisah Cinta Dua Sejoli di Meranti, Lari Lalu Ngaku Telah Disetubuhi, Berakhir di Kantor Polisi

- Selasa, 19 September 2017 07:25 WIB
Kisah Cinta Dua Sejoli di Meranti, Lari Lalu Ngaku Telah Disetubuhi, Berakhir di Kantor Polisi
SELATPANJANG - Hubungan asmara Zl (laki-laki berusia 31 tahun) dan ST (perempuan berusia 16 tahun) tak pantas dicontohkan. Nekat lari dari rumah, kemudian mengaku telah melakukan hubungan badan layaknya suami istri, perbuatan mereka tak diterima orangtua lalu dilaporkan ke polisi.

Zl dipolisikan oleh orangtua ST berinisial MS (laki-laki berusia 43 tahun) pada Minggu 17 September 2017. Dia dilaporkan atas dugaan tindak pidana membawa lari anak gadis dibawah umur tanpa persetujuan orangtua Jo persetubuhan terhadap anak.

"Terlapor saat ini telah diamankan di Mako Polres Kepulauan Meranti guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," kata Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Barliansyah SIk, disampaikan Paur Humas Iptu Djoni Rekmamora kepada MerantiOne.com, Senin 18 September 2017 malam.

Diceritakan Djoni, penangkapan itu tindak lanjut dari laporan yang dibuat orangtua korban, dengan Laporan Polisi Nomor : LP / 90 / IX / 2017 / RIAU / RES. KEP.MERANTI / SPKT, tanggal 17 September 2017.

Sesuai keterangan pelapor, kata Djoni, kronologis pada Minggu 17 September 2017 sekira pukul 03.00 Wib bertempat di rumah pelapor Jalan Kerukunan RT004/ RW002 Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, didapati korban tidak berada di dalam rumah, padahal sebelumnya korban diketahui pelapor sedang tidur di dalam kamar.

Atas hal itu, sambung Djoni, kemudian pelapor mencari dan meminta bantuan keluarga untuk mencari keberadaan korban. Selanjutnya, didapat informasi bahwasanya korban berada di Dusun Semulut Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti bersama dengan terlapor.

"Kemudian pelapor menemui korban lalu mengajak pulang, tetapi korban tidak ingin pulang dengan alasan pelaku dan korban telah melakukan persetubuhan badan. Atas kejadian tersebut pula, pelapor melaporkan kepada pihak kepolisian guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," jelas Djoni.

Atas perbuatan itu, sebut Djoni, terlapor terancam dikenakan Pasal 332 ayat 1 KUHP dan pasal 81 ayat 2 UU RI tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.(nur)

Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti

Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti

Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP

Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas

Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini

Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini

Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak

Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak

Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas

Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas

Komentar
Berita Terbaru