Keluarga Darmawan: Kenapa Harus Ditembak. Negara Kita Negara Hukum
Baca Juga:
Kematian ayah dua anak itu menyisakan luka mendalam terhadap keluarga dan istri yang ditinggalkan. Demi sesuap nasi untuk menafkahi anak istri, Darmawan mesti mempertaruhkan nyawa. Tragis memang, tetapi begitulah penegakan hukum yang di alami Darmawan.
"Jelas kami belum bisa menerima. Mungkin benarlah, adik ipar kami, saudara kami melakukan penyeludupan, tetapi kan ada hukum. Kenapa harus ditembak. Masalah sekarang ini, bukan penyeludupannya, tetapi hilangnya nyawa seseorang, negara kita negara hukum,"ujar Jang Abang ipar Darmawan, Minggu (5/4) kepada bengkalisone.com.
"Jadi gampang saja ya, orang salah main tembak saja,"kesal dia menambahkan.
Jang mengutarakan, kabar tewasnya Darmawan di dapatkannya, ketika istri korban datang kerumah tengah malam tadi. Mendapat informasi duka, sontak Jang langsung mengumpul keluarga dan bergegas ke RSUD Bengkalis.
"Kami dapat informasi jam 01.00 wib tengah malam tadi. Informasi dari istri Darmawan (korban), di Ketuk pintu rumah saya,'bang- bang' laki aku mati kene tembak'. Saya terkejut, karena kami dapat informasi adik ipar kami ini sudah di rumah sakit, langsung kami tancap kerumah sakit,"tuturnya.
Tidak terima akan penegakan hukum yang terkesan arogan terhadap keluarganya oleh Bea Cukai Bengkalis, Jang menyampaikan pihak keluarga telah menyerah kasus tersebut ke Mapolres Bengkalis.
"Kita sudah melapor ke Polisi. Yang kita lakukan saat ini, bagaimana menyelamatkan (menguburkan) jenazah adik kami,"pungkasnya.
Setelah dilakukan visum di RSUD Bengkalis, jenazah Darmawan di berangkat dikampung halaman untuk di makamkan.(Gus)
Operasi Antik 2026, Polres Meranti Intensifkan Razia THM untuk Cegah Narkoba
Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah
Komsos Babinsa di Banglas, Warga Diimbau Aktif Jaga Lingkungan
Patroli Rutin Babinsa dan MPA di Desa Mekarbaru Pastikan Wilayah Bebas Karhutla
Imigrasi Selatpanjang Jadikan Melai sebagai Desa Binaan Cegah TPPO dan TPPM