Hakim Tunda Vonis Terdakwa Pembunuhan Sadis di Bengkalis
BENGKALIS- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis tunda pembacaan putusan atau vonis terhadap tiga terdakwa kasus pembunuhan berencana disertai mutilasi, Herianto, Andrean alias Gondrong dan Ali Akbar, Rabu (15/11/2017).
Sebelumnya dijadwalkan agenda sidang putusan tersebut pada hari ini, namun karena masih ada satu berkas yang belum selesai. Sidang putusan diagendakan kembali pada Rabu, 22 November 2017 pekan depan.
"Karena masih ada satu berkas yang belum selesai, sidang putusan ditunda dan akan kembali digelar Rabu pekan depan," ungkap Ketua Majelis Hakim DR. Sutarno usai sidang.
Sidang penundaan putusan berlangsung di Ruang Cakra dipimpin Ketua Majelis Hakim DR. Sutarno, SH, MH, dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, SH dan Aulia Fhatma Widhola, SH. Sedangkan JPU, Andy Sunartejo. Ketiga terdakwa didampingi Penasehat Hukum Windrayanto, Fahrizal dan Helmi, SH.
Sidang penundaan penundaan ini juga tampak hadir keluarga korban Bayu Santoso dari Rupat Utara dan Dumai.
Di luar sidang, majelis hakim juga sempat memberikan informasi kepada keluarga korban, terkait penyebab penundaan vonis ketiga terdakwa tersebut pada hari ini.
Menurut JPU, ketiga tersangka terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana menghabisi nyawa orang lain sesuai dengan Pasal 340 Jo 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.
Sebelumnya, JPU dalam tuntutannya kepada majelis hakim agar memutuskan hukuman kurungan penjara 18 tahun kepada ketiga terdakwa.
Keluarga korban juga berharap ketiga terdakwa dihukum setimpal sesuai dengan perbuatan yang dilakukan.(Gus)
Sebelumnya dijadwalkan agenda sidang putusan tersebut pada hari ini, namun karena masih ada satu berkas yang belum selesai. Sidang putusan diagendakan kembali pada Rabu, 22 November 2017 pekan depan.
"Karena masih ada satu berkas yang belum selesai, sidang putusan ditunda dan akan kembali digelar Rabu pekan depan," ungkap Ketua Majelis Hakim DR. Sutarno usai sidang.
Sidang penundaan putusan berlangsung di Ruang Cakra dipimpin Ketua Majelis Hakim DR. Sutarno, SH, MH, dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, SH dan Aulia Fhatma Widhola, SH. Sedangkan JPU, Andy Sunartejo. Ketiga terdakwa didampingi Penasehat Hukum Windrayanto, Fahrizal dan Helmi, SH.
Sidang penundaan penundaan ini juga tampak hadir keluarga korban Bayu Santoso dari Rupat Utara dan Dumai.
Di luar sidang, majelis hakim juga sempat memberikan informasi kepada keluarga korban, terkait penyebab penundaan vonis ketiga terdakwa tersebut pada hari ini.
Menurut JPU, ketiga tersangka terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana menghabisi nyawa orang lain sesuai dengan Pasal 340 Jo 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.
Sebelumnya, JPU dalam tuntutannya kepada majelis hakim agar memutuskan hukuman kurungan penjara 18 tahun kepada ketiga terdakwa.
Keluarga korban juga berharap ketiga terdakwa dihukum setimpal sesuai dengan perbuatan yang dilakukan.(Gus)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti
Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas
Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini
Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak
Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas
Komentar