Haha.. Jambret di Bengkalis Keok dengan Janda
BENGKALIS - Aksi jambret semakin menjadi-jadi di Kota Bengkalis. Baru-baru ini, seorang janda akrab disapa, Embu (55) warg Kelurahan Damon Bengkalis menjadi sasaran si penjahat jalanan. Kalung emas Embu disentap penjambret, beruntung benda berharga tersebut berhasi dipertahankan, walau sempat putus.
Ceritanya, sore Jumat (3/3) lalu, sekitar pukul 17.00 Wib, Embu berniat membuang sampah di pinggir jalan Hang Tuah Kelurahan Damun. Tiba-tiba dari arah belakang, ada orang yang merampas kalung yang dikenakan Embu, beruntung Embu cepat sadar dan berusaha mempertahankan kalung tersebut.
Sempat terjsdi tarik menarik dan akhirnya kalung tersebut putus namun bisa dipertahankan. Dalam kondisi panik, janda satu anak tersebut sempat mendorong kendaraan yang dinaiki penjambret lalu pelaku terjatuh ke dalam parit.
"Waktu penjambret jatuh, Embu sempat juga memekik minta tolong, tapi saat itu tak ada orang yang melintas dan berada di lokasi kejadian, akhirnya si penjambret berhasil kabur," ujar Hj Ida adik Embu, Senin (6/3).
Dalam keadaan gugup dan ketakutan, Embu sempat mengenali kendaraan pelaku, menurutnya pelaku menggunakan Honda Vario buruk. "Tapi Embu tak tau nomor BM-nya," ujar Ida lagi.
Tidak hanya Embu, beberapa waktu sebelumnya Mazlinawati (34) warga Desa Senggoro juga menjadi korban. Dompet bersisi uang dan surat menyurat penting raib dikebas maling. Saat itu kata Mazlina, dompet tersebut diletakkan di kap Mio bagian depan, sementara dirinya belanja di salah sat kedai di jalan Cokro yang jaraknya hanya beberapa meter saja.
"Saya sempat ragu saat meletakkan dompet saya di kap Mio, tapi saya tetap membeli jajan anak saya, karena waktu itu ada anak saya (3 tahun) yang berdiri di atas sepeda motor saya. Tak sampai tiga menit saya membeli jajan anak saya, si pencuri langsung beraksi. Saya sempat juga mengejar tapi pencurinya berhasil kabur," ujar Mazlina.
Selain kehilangan uang Rp 400 ribu, dia juga harus kehilangan KTP, dua buah ATM, STNK sementara juga SIM.
Selain aksi jambret, pencuri spesialis bedah rumah juga semakin marak. Seperti yang terjadi di jalan Pramuka Gan Kesmuma, dalam sebulan terakhir sudah beebtapa kali terjadi aksi pencurian. Terbaru, sepeda motor dinas milik salah seorang PNS juga dikebas maling.
Risau maraknya aksi maling, Minggu (5/3) malam, warga setempat menggelar rapat membahas persoalan tersebut. Keputusannya, masyarakat sepakat menggelar ronda malam serta mengambil langkah-langkah penanganan lainnya, "Ya, kami akan menggelar ronda malam. Terus terang kami sangat kawatir dengan kondisi akhir-akhir ini," ujar Zoul warga setempat, Senin (6/3).
Hanya saja kata Zoul, beberapa aksi pencurian terjadi pada pagi hari sekitar pukul 10:00 Wib - 11:00 Wib. Sepertinya pelaku megetahui kalau pada jam tersebut sebagian besar warga gang Kesumu tidak berada di rumah karena bekerja.
"Ini yang agak sulit, sebagaian besar warga gang kesuma PNS, jadi kalau pagi sampai siang banyak rumah yang kosong, kondisi ini yang dimanfaatkan pelaku pencurian. Salah satu upaya masyarakat, kami akan berkoordinsi dengan Pemerintah Desa dan juga Bhabinkamtibmas untuk mengatasi persoalan ini," imbuh Zoul. (Gus)
Ceritanya, sore Jumat (3/3) lalu, sekitar pukul 17.00 Wib, Embu berniat membuang sampah di pinggir jalan Hang Tuah Kelurahan Damun. Tiba-tiba dari arah belakang, ada orang yang merampas kalung yang dikenakan Embu, beruntung Embu cepat sadar dan berusaha mempertahankan kalung tersebut.
Sempat terjsdi tarik menarik dan akhirnya kalung tersebut putus namun bisa dipertahankan. Dalam kondisi panik, janda satu anak tersebut sempat mendorong kendaraan yang dinaiki penjambret lalu pelaku terjatuh ke dalam parit.
"Waktu penjambret jatuh, Embu sempat juga memekik minta tolong, tapi saat itu tak ada orang yang melintas dan berada di lokasi kejadian, akhirnya si penjambret berhasil kabur," ujar Hj Ida adik Embu, Senin (6/3).
Dalam keadaan gugup dan ketakutan, Embu sempat mengenali kendaraan pelaku, menurutnya pelaku menggunakan Honda Vario buruk. "Tapi Embu tak tau nomor BM-nya," ujar Ida lagi.
Tidak hanya Embu, beberapa waktu sebelumnya Mazlinawati (34) warga Desa Senggoro juga menjadi korban. Dompet bersisi uang dan surat menyurat penting raib dikebas maling. Saat itu kata Mazlina, dompet tersebut diletakkan di kap Mio bagian depan, sementara dirinya belanja di salah sat kedai di jalan Cokro yang jaraknya hanya beberapa meter saja.
"Saya sempat ragu saat meletakkan dompet saya di kap Mio, tapi saya tetap membeli jajan anak saya, karena waktu itu ada anak saya (3 tahun) yang berdiri di atas sepeda motor saya. Tak sampai tiga menit saya membeli jajan anak saya, si pencuri langsung beraksi. Saya sempat juga mengejar tapi pencurinya berhasil kabur," ujar Mazlina.
Selain kehilangan uang Rp 400 ribu, dia juga harus kehilangan KTP, dua buah ATM, STNK sementara juga SIM.
Selain aksi jambret, pencuri spesialis bedah rumah juga semakin marak. Seperti yang terjadi di jalan Pramuka Gan Kesmuma, dalam sebulan terakhir sudah beebtapa kali terjadi aksi pencurian. Terbaru, sepeda motor dinas milik salah seorang PNS juga dikebas maling.
Risau maraknya aksi maling, Minggu (5/3) malam, warga setempat menggelar rapat membahas persoalan tersebut. Keputusannya, masyarakat sepakat menggelar ronda malam serta mengambil langkah-langkah penanganan lainnya, "Ya, kami akan menggelar ronda malam. Terus terang kami sangat kawatir dengan kondisi akhir-akhir ini," ujar Zoul warga setempat, Senin (6/3).
Hanya saja kata Zoul, beberapa aksi pencurian terjadi pada pagi hari sekitar pukul 10:00 Wib - 11:00 Wib. Sepertinya pelaku megetahui kalau pada jam tersebut sebagian besar warga gang Kesumu tidak berada di rumah karena bekerja.
"Ini yang agak sulit, sebagaian besar warga gang kesuma PNS, jadi kalau pagi sampai siang banyak rumah yang kosong, kondisi ini yang dimanfaatkan pelaku pencurian. Salah satu upaya masyarakat, kami akan berkoordinsi dengan Pemerintah Desa dan juga Bhabinkamtibmas untuk mengatasi persoalan ini," imbuh Zoul. (Gus)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Komsos Babinsa di Rangsang, Warga Dihimbau Aktif Gotong Royong dan Cegah Karhutla
Patroli Karhutla di Desa Lemang Berjalan Aman, Babinsa Imbau Warga Tak Bakar Lahan
Operasi Antik 2026, Polres Meranti Intensifkan Razia THM untuk Cegah Narkoba
Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah
Komsos Babinsa di Banglas, Warga Diimbau Aktif Jaga Lingkungan
Patroli Rutin Babinsa dan MPA di Desa Mekarbaru Pastikan Wilayah Bebas Karhutla
Komentar