Ditinggal Pemilik, Rumah Dilalap Sijago Merah
MERANTI - Nasib naas menimpa Dedi Candra (27), warga Jalan Nusa
Indah, RT02/RW04 Kampung Baru, Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kecamatan
Tebing Tinggi. Pasalnya, baru ditinggal sebentar, rumah Dedi dengan
model semi permanent itu habis dilahap sijago merah, Jumat (20/2/2015)
pagi.
Kejadian itu bermula ketika Dedi hendak melakukan aktifitas seperti biasanya. Saat itu Dedi hendak mengantarkan istrinya kerja ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Dikatakan Dedi, sebelum meninggalkan rumah ia meyakini bahwa perangkat alat dapur maupun listrik dalam keadaan padam. "Namun sekira pukul 11.30 Wib saya mendapat info bahwa rumah sudah terbakar. Dengan bergegas saya menuju rumah ternyata api sudah melahap sebagian rumah," ucapnya.
Ruri Palentino (32) salah seorang saksi mata yang tak lain kerabat korban menuturkan bahwa api dengan tiba-tiba melahap rumah Dedi. Dengan dibantu warga setempat, Ruri langsung menyelamatkan sebagaian harta benda kerabatnya itu.
"Melihat api itu, kami dari warga langsung membantu mengeluarkan beberapa barang yang mampu kami angkat. Namun dengan api yang semakin membesar dan panasnya makin membara, kami hanya mampu menyelamatkan, kursi busa dan Kulkas saja," ucap Ruri sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah sisa barang yang selamat.
Menurut keterangan Ruri, rumah tersebut dihuni sebanyak 4 orang yakni Sari istri Dedi beserta kedua anaknya Istina dan Lindawati. "Untung saja saat kebakaran mereka tidak ada di rumah," sebutnya lagi.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP. Zahwani Pandra Arsayd SH.MSi melalui Kasat Resrim AKP. Antoni Lumban Gaol SH.MH menuturkan api berhasil dijinakkan setengah jam setelah kejadian.
"Tidak lama kemudian pemadam kebakaran bersama masyarakat berhasil melokalisir api sehingga tidak merambat ke rumah warga lainnya," kata Antoni.
Menurutnya, dari hasil identifikasi di TKP, api berasal dari arus pendek listrik. "Untuk sementara, kita menyimpulkan akibat arus pendek listrik. Kita juga masih melakukan Lidik," sebutnya.
Dikatan antoni, akibat kebakaran tersebut kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. "Selain itu uang tunai Rp8 juta, dengan perabot rumah yang ikut terbakar ditaksir mencapai Rp150 juta," jelasnya. (eaf)
Kejadian itu bermula ketika Dedi hendak melakukan aktifitas seperti biasanya. Saat itu Dedi hendak mengantarkan istrinya kerja ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Dikatakan Dedi, sebelum meninggalkan rumah ia meyakini bahwa perangkat alat dapur maupun listrik dalam keadaan padam. "Namun sekira pukul 11.30 Wib saya mendapat info bahwa rumah sudah terbakar. Dengan bergegas saya menuju rumah ternyata api sudah melahap sebagian rumah," ucapnya.
Ruri Palentino (32) salah seorang saksi mata yang tak lain kerabat korban menuturkan bahwa api dengan tiba-tiba melahap rumah Dedi. Dengan dibantu warga setempat, Ruri langsung menyelamatkan sebagaian harta benda kerabatnya itu.
"Melihat api itu, kami dari warga langsung membantu mengeluarkan beberapa barang yang mampu kami angkat. Namun dengan api yang semakin membesar dan panasnya makin membara, kami hanya mampu menyelamatkan, kursi busa dan Kulkas saja," ucap Ruri sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah sisa barang yang selamat.
Menurut keterangan Ruri, rumah tersebut dihuni sebanyak 4 orang yakni Sari istri Dedi beserta kedua anaknya Istina dan Lindawati. "Untung saja saat kebakaran mereka tidak ada di rumah," sebutnya lagi.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP. Zahwani Pandra Arsayd SH.MSi melalui Kasat Resrim AKP. Antoni Lumban Gaol SH.MH menuturkan api berhasil dijinakkan setengah jam setelah kejadian.
"Tidak lama kemudian pemadam kebakaran bersama masyarakat berhasil melokalisir api sehingga tidak merambat ke rumah warga lainnya," kata Antoni.
Menurutnya, dari hasil identifikasi di TKP, api berasal dari arus pendek listrik. "Untuk sementara, kita menyimpulkan akibat arus pendek listrik. Kita juga masih melakukan Lidik," sebutnya.
Dikatan antoni, akibat kebakaran tersebut kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. "Selain itu uang tunai Rp8 juta, dengan perabot rumah yang ikut terbakar ditaksir mencapai Rp150 juta," jelasnya. (eaf)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Operasi Antik 2026, Polres Meranti Intensifkan Razia THM untuk Cegah Narkoba
Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah
Komsos Babinsa di Banglas, Warga Diimbau Aktif Jaga Lingkungan
Patroli Rutin Babinsa dan MPA di Desa Mekarbaru Pastikan Wilayah Bebas Karhutla
Imigrasi Selatpanjang Jadikan Melai sebagai Desa Binaan Cegah TPPO dan TPPM
Pencurian Ruko di Tanjung Harapan Selatpanjang Terungkap, Satu Pelaku Ditangkap
Komentar