Senin, 26 Oktober 2026 WIB
Senin, 26 Oktober 2026 WIB

Disperindagkop Meranti Sita Bensin dari Sejumlah Pengecer

- Senin, 05 Januari 2015 22:06 WIB
Disperindagkop Meranti Sita Bensin dari Sejumlah Pengecer

MERANTI - Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Unit Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (5/1/) siang gelar sidak terhadap sejumlah pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya di kota Selatpanjang.

Baca Juga:


Sidak ini dilakukan karena masih banyak para pengecer yang membandel dan tidak menurunkan harga BBM tersebut. Meski pemerintah pusat telah menurunkan harga BBM jenis premium dan solar mulai 1 Januari 2015 pukul 00:00 WIB kemarin.


Dari Pantauan di lapangan saat dilakukan sidak yang diawali dari sejumlah kios di Jalan Kesehatan hingga ke Jalan Banglas, Kecamatan Tebingtinggi itu, masih banyak sejumlah Kios pengecer yang menjual premium dengan harga Rp.10.000/liter. Sehingga tidak sedikit warga yang protes dikarenakan Kemaren saat kenaikan harga BBM, para pengecer cepat menaikkannya, akan tetapi saat BBM turun belum juga diturunkan.


Selain dari sisi harga, takaran liter yang di gunakan juga tidak sesuai dengan aturan yang telah ditentukan, artinya premium yang diisi ke pelanggan sengaja di kurangi pemilik kios, dengan berbagai alasan.


Tidak hanya sebatas sidak, Disperindag juga sempat menindak tegas, dengan mengamankan sejumlah Bahan Bukti (BB) jenis bensin dari para pengecer yang tidak resmi atau terdaftar di Disperindag.


Kepala Disperindag Kepulauan Meranti, Syamsuar Ramli melalui, Kabid perdagangan, Zaujar kepada sejumlah wartawan menjelaskan bahwa sidak yang dilakukan untuk memastikan kebenaran dari laporan masyarakat selama ini. "Setelah kita lakukan sidak ini teryata benar masih ada para pengecer yang menjual dengan harga lama, sedangkan minyak sudah turun dan diberlakukan harga baru yakni Rp.9000/liter," sebut Zaujar usai melaksanakan sidak tersebut.


Dijelaskannya bahwa selain disisi harga, takaran juga jadi permasalahan. sehingga kedepannya para pengecer tidak dibenarkan lagi menggunakan Dispencer. "Untuk kedepannya, para pengecer tidak dibenarkan lagi menggunakan Dispencer, dan tetap menggunakan takaran (cebok) karena banyak ditemukan kecurangan pada penggunaan Dispencer," jelas Zaujar.


Lebih jauh, Zaujar mengatakan bahwa sidak akan disambung kembali pada besok harinya. "Besok Selasa (hari ini) sidak akan kita lanjutkan lagi, dengan sidak yang kita lakukan ini semoga akan menjadi efek jera kepada para pengecer yang masih membandel," harapnya. (Riky)

SHARE:
Berita Terkait
Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini

Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini

Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak

Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak

Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas

Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas

Ops Patuh Lancang Kuning Segera Digelar, Masyarakat Harus Patuhi Aturan Berkendara

Ops Patuh Lancang Kuning Segera Digelar, Masyarakat Harus Patuhi Aturan Berkendara

Jumat Berkah Polres Meranti Sasar Komunitas Becak, Kapolres: Polisi Harus Dekat dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

Jumat Berkah Polres Meranti Sasar Komunitas Becak, Kapolres: Polisi Harus Dekat dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, Polres Kepulauan Meranti Sita 9,3 Sabu

Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, Polres Kepulauan Meranti Sita 9,3 Sabu

Komentar
Berita Terbaru