Dewan Temukan Anggaran Siluman Rp68 Miliar di Dibudpar Riau
PEKANBARU - Meski sudah diverifikasi oleh Kemendagri beberapa waktu yang
lalu, namun masih ada juga anggaran “Siluman” yang terdapat dalam APBD Murni tahun
2015. Terutama di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dibudpar) Provinsi Riau.
Kegiatan yang tidak diketahui proses penganggarannya ini (anggaran siluman) berjumlah Rp68 miliar.Dengan rincian, Pembangunan Pusat Jajanan dan Rekreasi di Danau Raja, Kabupaten Indra Giri Hulu sebesar Rp 21 Miliar.
Pembangunan Tribun VIP Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi sebesar Rp20 Miliar, Kegiatan di Kabupaten Kampar sebesar Rp16 Miliar dan Kegiatan di Kabupaten Pelalawan sebesar Rp11 Miliar. Usai hearing dengan Komisi E DPRD Riau, Said Sarifudin, Kadisbudpar Riau mengakui adanya anggaran siluman tersebut. Ia pun dibuat kaget saat mengetahui bahwa di dinas yang dipimpinnya terdapat sejumlah anggaran siluman.
“Kita buka-bukaan saja sekarang, terus terang saya kaget dengan persoalan ini, dalam APBD 2015 banyak kegiatan yang tidak kami usulkan, tetapi masuk dan lolos dari verifikasi,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (07/01/15).
Selain kaget, ia pun sempat berseloroh dengan ucapan “ngeri-ngeri sedap juga” atas adanya anggaran siluman terhadap berbagai kegiatan yang sama sekali tidak diketahuinya, bahkan ada di sejumlah kabupaten yang ada. Sebelumnya dalam hearing, Adriyan, Anggota Komisi E DPRD Riau mempertanyakan persoalan tersebut. Menurutnya, bisa jadi seluruh kegiatan pembangunan fisik, diketahui langsung dianggarkan tanpa adanya Detail Enginering Desain (DED) terlebih dulu.
“Bapak juga tidak tahu ini dijadikan apa. Saya lihat di muka bapak itu ada dua, senang anggaran besar dan satu lagi takut kaki terjerat. Jadi pertanyaan apa yang dilakukan, itu DED nya tidak ada,” tegasnya kepada Kadisbudpar Provinsi Riau.
Seakan tidak mau kalah dengan rekannya, Syafaruddin Poti, Anggota Komisi E DPRD Riau juga mempertanyakan hal demikian. Ia pun mempertanyakan, apakah anggaran siluman ini masuk dalam anggaran Disbudpar Provinsi Riau atau tidak. (RTC/POG)
Kegiatan yang tidak diketahui proses penganggarannya ini (anggaran siluman) berjumlah Rp68 miliar.Dengan rincian, Pembangunan Pusat Jajanan dan Rekreasi di Danau Raja, Kabupaten Indra Giri Hulu sebesar Rp 21 Miliar.
Pembangunan Tribun VIP Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi sebesar Rp20 Miliar, Kegiatan di Kabupaten Kampar sebesar Rp16 Miliar dan Kegiatan di Kabupaten Pelalawan sebesar Rp11 Miliar. Usai hearing dengan Komisi E DPRD Riau, Said Sarifudin, Kadisbudpar Riau mengakui adanya anggaran siluman tersebut. Ia pun dibuat kaget saat mengetahui bahwa di dinas yang dipimpinnya terdapat sejumlah anggaran siluman.
“Kita buka-bukaan saja sekarang, terus terang saya kaget dengan persoalan ini, dalam APBD 2015 banyak kegiatan yang tidak kami usulkan, tetapi masuk dan lolos dari verifikasi,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (07/01/15).
Selain kaget, ia pun sempat berseloroh dengan ucapan “ngeri-ngeri sedap juga” atas adanya anggaran siluman terhadap berbagai kegiatan yang sama sekali tidak diketahuinya, bahkan ada di sejumlah kabupaten yang ada. Sebelumnya dalam hearing, Adriyan, Anggota Komisi E DPRD Riau mempertanyakan persoalan tersebut. Menurutnya, bisa jadi seluruh kegiatan pembangunan fisik, diketahui langsung dianggarkan tanpa adanya Detail Enginering Desain (DED) terlebih dulu.
“Bapak juga tidak tahu ini dijadikan apa. Saya lihat di muka bapak itu ada dua, senang anggaran besar dan satu lagi takut kaki terjerat. Jadi pertanyaan apa yang dilakukan, itu DED nya tidak ada,” tegasnya kepada Kadisbudpar Provinsi Riau.
Seakan tidak mau kalah dengan rekannya, Syafaruddin Poti, Anggota Komisi E DPRD Riau juga mempertanyakan hal demikian. Ia pun mempertanyakan, apakah anggaran siluman ini masuk dalam anggaran Disbudpar Provinsi Riau atau tidak. (RTC/POG)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Operasi Antik 2026, Polres Meranti Intensifkan Razia THM untuk Cegah Narkoba
Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah
Komsos Babinsa di Banglas, Warga Diimbau Aktif Jaga Lingkungan
Patroli Rutin Babinsa dan MPA di Desa Mekarbaru Pastikan Wilayah Bebas Karhutla
Imigrasi Selatpanjang Jadikan Melai sebagai Desa Binaan Cegah TPPO dan TPPM
Pencurian Ruko di Tanjung Harapan Selatpanjang Terungkap, Satu Pelaku Ditangkap
Komentar