Senin, 26 Oktober 2026 WIB
Senin, 26 Oktober 2026 WIB

Cerita Rekan Sekamar Ahan, Napi Tewas Gantung Diri Di Lapas Bengkalis

- Selasa, 17 Maret 2015 13:48 WIB
Cerita Rekan Sekamar Ahan, Napi Tewas Gantung Diri Di Lapas Bengkalis

BENGKALIS -Kejadian tewasnya Herman alias Ahan napi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bengkalis Minggu (15/3) kemarin, kini senter menjadi bahan pembicaraan dimana- mana. Ada yang percaya bahwa korban mati gantung diri bahkan tidak sedikit beredar isu bahwa korban tewas karena mendapat tindakan kekerasan dari oknum petugas Lapas.

Baca Juga:


Guna mengetahui cerita yang menggegerkan masyarakat binaan itu, bengkalisone.com menelusuri Lapas Bengkalis. Di Lapas, seizin KPLP Sugiyanto menemukan wartawan dengan 2 rekan korban yang kala itu satu kamar dengan korban di strapsel. Berikut ceritanya:


"Malam itu, kami didalam hanya minum fanta susu. Dia (korban) yang teraktir. Malam itu dia curhat tentang keluarganya, selesai itu nyanyi lagu dangdut 'Malam ini malam terakhir bagi kita'. Setelah itu sekitar pukul 11 malam aku langsung tidur,"tutur Dedy rekan sekamar Herman alias Ahan kepada bengkalisone mencerita ceritanya bersama korban kala itu.


Dedy mengungkapkan, kondisi kala itu gelap, ketahuannya Ahan sudah diketahui meninggal dunia setelah absen pagi dimulai.


"Tahu itu saya belum melihat ada tali, saya berhitung, waktu giliran dia, ternyata dia diam, saya goyangkan badan dia udah dingin. Tengok kepalanya tergantung dipintu kamar pak, keadaannya terduduk, pantat tergantung,"sebutnya.


Hal senada juga disampaikan Syafrizal rekan sekamar korban yang lain. Menurut Syafrizal, malam itu (sabtu malam), dia dan semua rekannya didalam ruang strapsel di teraktir korban.


"Kami semua, dibelinya fanta susu, dibelikan rokok. Semuanya diteraktir, jadi kami yang satu kamar dengan Ahan, selesai minum, langsung tidur kami. Paginya, ketika absen, hitung satu kamar itu 26, ternyata kurang 1. Kita disuruh petugas bangunkan ahan, disenggol- senggol, dingin- dingan badannya pak, saya sampaikan sama petugas,"ujar dia mengulang kejadian waktu itu.


"Tapi waktu itu, kita tidak memperhatian kalau ada tali di lehernya, kita pegang arah badan ke atas baru tahu ada talinya. Saya teriak, tolong pak, tolong pak, ada talinya ni. Ya paniklah kami didalam tu, dibuka sama petugas pintu, baru lah kami bawa keluar,"tambah Syafrizal menjelaskan.


Sebelumnya, Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Bengkalis kembali dihebohkan dengan tewasnya salah satu narapidana (Napi) bernama Herman alias Ahan (38) warga thionghoa asal Selat Panjang Kepulauan Meranti karena gantung diri. Ahan merupakan napi yang divonis Pengadilan Negeri Bengkalis 13 tahun penjara dengan kasus narkotika dan baru menjalani 3 tahun kurungan.


Dengan seizin keluarga, Ahan yang diketahui mualaf itu telah di makamkan di pemakaman umum di Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis pada minggu petang.(Gus)

SHARE:
Berita Terkait
Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini

Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini

Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak

Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak

Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas

Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas

Ops Patuh Lancang Kuning Segera Digelar, Masyarakat Harus Patuhi Aturan Berkendara

Ops Patuh Lancang Kuning Segera Digelar, Masyarakat Harus Patuhi Aturan Berkendara

Jumat Berkah Polres Meranti Sasar Komunitas Becak, Kapolres: Polisi Harus Dekat dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

Jumat Berkah Polres Meranti Sasar Komunitas Becak, Kapolres: Polisi Harus Dekat dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, Polres Kepulauan Meranti Sita 9,3 Sabu

Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, Polres Kepulauan Meranti Sita 9,3 Sabu

Komentar
Berita Terbaru