Bocah SD Tewas Saat Mandi di Parit Bekas Penggalian Exsapator
Baca Juga:
Kronologi kejadian menurut warga sekitar berawal saat korban Fahmi, yang mengikuti sang nenek Normah, untuk mencabut Ubi dikebun pada Rabu (16/12) sore sekitar pukul 04.00 WIB tidak dapat menahan nafsu untuk mandi diparit bersama saudara sepupunya Fahri (6) yang masih duduk dibangku kelas 1 SD 011 Sungai Injab, saat sang nenek tengah sibuk mencabut ubi.
Saat asyik mandi-mandi, Fahri mendapati saudaranya, Fahmi tidak lagi muncul kepermukaan usai terjun dari ketinggian.
Seketika itu Fahri yang masih berusia 6 tahun memberitahukan kepada sang nenek Normah bahwa sepupunya tenggelam.
Mendapat kabar dari sang cucu, nenek normah langsung terjun kedalam parit dan mencari Fahmi, nasib malang Fahmi yang ditemukan didalam parit ditemukan sudah dalam keadaan lemas.
"Korban sempat dilarikan ke Puskesmas, namun dalam perjalanan nyawa Fahmi sudah tidak dapat ditolong lagi," ujar Edy, pemuda sekitar yang ikut menyaksikan penyelamatan korban.
Seketika itu keluarga korban histeris dan tidak menyangka anak kesayangan mereka yang baru saja pulang sekolah siang itu sudah dipanggil sang pencipta ketika sore harinya.
"Menurut keterangan pihak Puskesmas, kepala korban terbentur saat mandi di parit tersebut, hingga korban tidak sadarkan diri," tambah Edy.
Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka, Desa Sungai Injab Kelurahan Terkul Kecamatan Rupat Selatan.(red/boc)
Operasi Antik 2026, Polres Meranti Intensifkan Razia THM untuk Cegah Narkoba
Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah
Komsos Babinsa di Banglas, Warga Diimbau Aktif Jaga Lingkungan
Patroli Rutin Babinsa dan MPA di Desa Mekarbaru Pastikan Wilayah Bebas Karhutla
Imigrasi Selatpanjang Jadikan Melai sebagai Desa Binaan Cegah TPPO dan TPPM