Ali Tega Aniaya Istrinya Hingga Tewas
MERANTI - Za (50), warga Tanjung Kulim, Kecamatan Merbau, Jumat (3/4/2015) kemarin, ditemukan sudah tidak bernyawa di Sungai Induk Kamal, Desa Meranti Bunting, Kecamatan Merbau. Ia tewas karena dianiaya oleh suaminya sendiri yang berinisial Al (55).
Wanita yang kesehariannya bekerja sebagai pencari kayu ini tewas akibat luka tusukan senjata tajam yang dilayangkan suaminya ke tubuh korban. Kejadian ini diduga dipicu oleh masalah sepele.
Kapolsek Merbau, AKP. Syahrudin Tanjung melalui Kanit Intelkam, Brigadir Sony Silalahi SH mengatakan pihaknya mendapatkan informasi sekira pukul 14.00 WIB dari Kepala Desa Meranti Bunting Isnaini. Tim langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penyelidikan.
"Disana kami menemukan mayat seorang perempuan," katanya.
Dikatakan Sony, saksi mata yang pertama kali mengetahui kejadian itu adalah Ridwan (20) yang tak lain menantu korban. Pada saat kejadian itu, Sony menjelaskan, Ridwan tengah bekerja di Bangsal Kayu, tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Sekira pukul 07.00 WIB, Ridwan mendengar suara jeritan orang minta tolong yang berasal dari TKP. Ketika mendatangi asal suara tersebut, Ridwan terkejut bahwa yang meminta tolong adalah mertua perempuannya yang sudah tidak berdaya.
"Ridwan tak kuasa ingin menolong korban. Ia pun (Ridwan, red) sempat diancam akan dibunuh mertua laki-lakinya," jelas Sony.
Pelapor pun bergegas menyelamatkan diri dan berusaha meminta bantuan kepada temannya Antik (27) di Bangsal Kayu, tempat ia bekerja. "Setelah mendapatkan bantuan, Ridwan dan Antik kembali menuju TKP dan menemukan korban sudah tidak bernyawwa di atas lumpur Pantai Hutan Bakau," tuturnya.
Sementara, berdasarkan hasil visum Puskesmas Tanjung Pranap, korban tewas akibat pendarahan di bekas luka bahu kanan sepanjang 6 centimeter (cm) dengan kedalaman luka 1,5 cm. "Dan dari lubang hidung korban mengeluarkan buih dan dipenuhii lumpur," ujarnya.
Saat ini, kata Sony, korban disemayamkan di rumah duka sedangkan pelaku masih dalam pengejaran Tim Buser Polsek Merbau dan Polres Kepulauan Meranti. (eaf)
Wanita yang kesehariannya bekerja sebagai pencari kayu ini tewas akibat luka tusukan senjata tajam yang dilayangkan suaminya ke tubuh korban. Kejadian ini diduga dipicu oleh masalah sepele.
Kapolsek Merbau, AKP. Syahrudin Tanjung melalui Kanit Intelkam, Brigadir Sony Silalahi SH mengatakan pihaknya mendapatkan informasi sekira pukul 14.00 WIB dari Kepala Desa Meranti Bunting Isnaini. Tim langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penyelidikan.
"Disana kami menemukan mayat seorang perempuan," katanya.
Dikatakan Sony, saksi mata yang pertama kali mengetahui kejadian itu adalah Ridwan (20) yang tak lain menantu korban. Pada saat kejadian itu, Sony menjelaskan, Ridwan tengah bekerja di Bangsal Kayu, tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Sekira pukul 07.00 WIB, Ridwan mendengar suara jeritan orang minta tolong yang berasal dari TKP. Ketika mendatangi asal suara tersebut, Ridwan terkejut bahwa yang meminta tolong adalah mertua perempuannya yang sudah tidak berdaya.
"Ridwan tak kuasa ingin menolong korban. Ia pun (Ridwan, red) sempat diancam akan dibunuh mertua laki-lakinya," jelas Sony.
Pelapor pun bergegas menyelamatkan diri dan berusaha meminta bantuan kepada temannya Antik (27) di Bangsal Kayu, tempat ia bekerja. "Setelah mendapatkan bantuan, Ridwan dan Antik kembali menuju TKP dan menemukan korban sudah tidak bernyawwa di atas lumpur Pantai Hutan Bakau," tuturnya.
Sementara, berdasarkan hasil visum Puskesmas Tanjung Pranap, korban tewas akibat pendarahan di bekas luka bahu kanan sepanjang 6 centimeter (cm) dengan kedalaman luka 1,5 cm. "Dan dari lubang hidung korban mengeluarkan buih dan dipenuhii lumpur," ujarnya.
Saat ini, kata Sony, korban disemayamkan di rumah duka sedangkan pelaku masih dalam pengejaran Tim Buser Polsek Merbau dan Polres Kepulauan Meranti. (eaf)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Operasi Antik 2026, Polres Meranti Intensifkan Razia THM untuk Cegah Narkoba
Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah
Komsos Babinsa di Banglas, Warga Diimbau Aktif Jaga Lingkungan
Patroli Rutin Babinsa dan MPA di Desa Mekarbaru Pastikan Wilayah Bebas Karhutla
Imigrasi Selatpanjang Jadikan Melai sebagai Desa Binaan Cegah TPPO dan TPPM
Pencurian Ruko di Tanjung Harapan Selatpanjang Terungkap, Satu Pelaku Ditangkap
Komentar