Rabu, 22 April 2026 WIB
Rabu, 22 April 2026 WIB

ABK Kapal Penyeludup Bawang Tewas Ditembak Petugas, Berikut Klarifikasi Kanwil Bea Cukai

- Senin, 06 April 2015 19:47 WIB
ABK Kapal Penyeludup Bawang Tewas Ditembak Petugas, Berikut Klarifikasi Kanwil Bea Cukai

BENGKALIS -Kepala Kanwil Bea Cukai Riau dan Sumbar Robi Toni menggelar keterangan pers terkait operasi penindakan petugas Bea dan Cukai Bengkalis terhadap kapal kayu muatan bawang ilegal yang diduga dari Batu Pahat Malaysia di perairan Selat Malaka Desa Selat Baru Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis yang berujung tewasnya ABK kapal Darmawan Bin Jamaluddin karena terkena tembakan petugas Bea Cukai pada Sabtu 4 April 2015 lalu, Senin (6/4) petang tadi.

Baca Juga:


Robi Toni didampingi Kabid Penindakan Kanwil Bea Cukai Riau Sumbar Agus Wahyono dan Kepala Bea Cukai Bengkalis Ade Irawan mengatakan terkait penindakan diperairan Selat Malaka Desa Selat Baru merupakan rangkai informasi yang diterima pihak Bea Cukai dari intelijen. Dari rangkai informasi itu Bea Cukai melakukan penurunan tim dan berpatroli dengan menggunakan kapal patroli BC15048 untuk melakukan penegahan.


"Sekitar pukul 22.00 sasaran target ditemukan sehingga kegiatan penegahan, penindakan dan upaya penghentian sarana pengangkut yang diduga membawa barang ilegal kita lakukan. Tim patroli telah memberikan peringatan dengan aba- aba pengeras suara dan lampu sinar untuk minta kapal berhenti, namun tidak diindahkan,"kata Roni.


Pada saat kejadian, papar Roni, petugas sudah sesuai dengan SOP dengan melakukan beberapa tahapan penegahan. Tetapi pelaku mencoba melakukan upaya- upaya membahayakan petugas dengan beberapa kali menabrak kapat patroli sehingga lambung sebelah kiri kapal patroli sobek.


"Kita keluarkan tembakan peringatan pun tidak digubris. Terakhir petugas melakukan penembakan yang diarahkan ke mesin kapal sehingga upaya yang dilakukan tim patroli untuk menghentikan kapal berhasil. Pada saat penghentian diketahui ada korban yang terkena peluru,"ujar Kepala Kanwil Bea Cukai Riau dan Sumbar itu.


"Terkait insiden tewasnya ABK, kami sudah berkordinasi dan menyerahkan ke pihak Kepolisian, Kami akan mematuhi upaya hukum yang saat ini prosesnya dilakukan pihak kepolisian,"ungkap Roni menambahkan.

BC Tidak Menjelaskan Siapa Petugas yang melakukan penembakan


Sementara itu, ketika ditanya siapa anggota tim patroli yang melakukan penembakan tersebut, pihak Bea dan Cukai tidak bersedia menjelaskan karena menjadi wewenangnya pihak Kepolisian.

"Nama komandan patrolinya Yinaperi, senjata yang digunakan senjata khusus Bea Cukai SSDC buatan Pindad. Siapa petugas yang menembak biarlah menjadi wewenang Kepolisian,"ujar Agus Kabid Penindakan Kanwil Bea Cukai Riau Sumbar.


Dikatakan Agus, Kapal penyeludupan bawang merah ilegal ini menuju arah Sungai Liong. Kapal sewaktu dikejar tidak pernah berhenti dan terus melakukan perlawanan sehingga Tim Patroli terpaksa menembak ke arah mesin kapal guna menghentikan.

''Tapi kapal terus jalan, sampai menuju arah Sungai Liong. Pelaku diduga tiga orang, satu orang yang tertembak, sementara dua lagi lari ke darat dan tidak berhasil kita tangkap," ujarnya.(Gus)

SHARE:
Berita Terkait
Operasi Antik 2026, Polres Meranti Intensifkan Razia THM untuk Cegah Narkoba

Operasi Antik 2026, Polres Meranti Intensifkan Razia THM untuk Cegah Narkoba

Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah

Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah

Komsos Babinsa di Banglas, Warga Diimbau Aktif Jaga Lingkungan

Komsos Babinsa di Banglas, Warga Diimbau Aktif Jaga Lingkungan

Patroli Rutin Babinsa dan MPA di Desa Mekarbaru Pastikan Wilayah Bebas Karhutla

Patroli Rutin Babinsa dan MPA di Desa Mekarbaru Pastikan Wilayah Bebas Karhutla

Imigrasi Selatpanjang Jadikan Melai sebagai Desa Binaan Cegah TPPO dan TPPM

Imigrasi Selatpanjang Jadikan Melai sebagai Desa Binaan Cegah TPPO dan TPPM

Pencurian Ruko di Tanjung Harapan Selatpanjang Terungkap, Satu Pelaku Ditangkap

Pencurian Ruko di Tanjung Harapan Selatpanjang Terungkap, Satu Pelaku Ditangkap

Komentar
Berita Terbaru