Senin, 26 Oktober 2026 WIB
Senin, 26 Oktober 2026 WIB

6.342 Karung Bawang Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Dumai

- Rabu, 11 Maret 2015 09:09 WIB
6.342 Karung Bawang Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Dumai
DUMAI- Barang bukti bawang merah impor hasil tegahan aparat Bea Cukai Madya Pabean Dumai sebanyak 6.342 bags dilakukan pemusnahan dengan cara dibakar di lapangan Rudal, Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Selasa (10/3/15).

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan BC Dumai Indra Gunawan, mengatakan bawang merah impor diduga dari Malaysia ini diamankan petugas patroli Bea Cukai diatas dua kapal motor tanpa nama di perairan Sungai Selinsing, Kecamatan Medang Kampai.

"Bawang eks impor ini diamankan pada 2 Maret 2015 lalu di perairan Sungai Selinsing , dan dimusnahkan berdasarkan keputusan kepala kantor bea cukai Dumai," katanya, Selasa.

Dia menjelaskan, saat kapal pembawa bawang ini diamankan, petugas tidak menemukan pemilik maupun anak buah kapal, dan kapal kini disita di dermaga Pokala BC Dumai.

Karena bawang impor ini dibatasi masuk melalui pelabuhan Dumai dan karakteristik cepat membusuk, lanjut dia, maka barang yang sudah menjadi dikuasai negara ini selanjutnya diproses pemusnahan.

"Bawang ini sebelumnya telah kami serahkan ke pihak balai karantina, namun karena ada persoalan teknis jadinya barang yang dikuasai negara ini harus segera dimusnahkan," ujarnya.

Terungkapnya aksi penyelundupan ini, menurut dia, berkat informasi dari masyarakat yang menyebutkan ada aktivitas pemasukan bawang merah diduga impor dengan menggunakan kapal motor di wilayah perairan.

Mengantisipasi masuknya barang ilegal di wilayah kepabeanan Dumai, pihaknya terus intensifkan pengawasan di darat dan laut dengan mengerahkan dua kapal patroli setiap hari.

Kedepan, pihaknya mengharapkan dukungan dan informasi dari masyarakat jika mengetahui ada aktivitas penyelundupan barang ilegal dan dilarang masuk melalui perairan Dumai supaya bisa ditegah masuk.

Pemusnahan tersebut sudah melalui beberapa tahapan diantaranya pihak KPPBC TMP Dumai melimpahkan penanganan perkara kepada instansi terkait seperti Balai Karantina wilyah kerja Dumai pada 02 Maret 2015 sesuai dengan surat KPPBC TMP B Dumai Nomor: S-237/WBC.03/KPP.MP.02/2015.

Kemudian pihak Karantina menolak menerima pelimpahan perkara tersebut, dikarenakan biaya operasional yang tidak memadai sesuai dengan Surat Kepala Balai Karantina Kelas I Pekanbaru Nomor 0196/TU.210/LIS.B/03/2015 pada 04 Maret 2015 perihal pelimpahan penanganan perkara.

Dikarenakan sifat dan karakteristik dari bawang tersebut yang mudah membusuk, maka sesuai dengan pasal 7 ayat 1 huruf a Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 62/MPK. 04/2011 tentang penyelesaian terhadap barang yang dinyatakan tidak dikuasai, barang dikuasai Negara, dan barang yang menjadi milik Negara yaitu harus segera dimusnahkan. (red)

Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini

Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini

Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak

Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak

Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas

Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas

Ops Patuh Lancang Kuning Segera Digelar, Masyarakat Harus Patuhi Aturan Berkendara

Ops Patuh Lancang Kuning Segera Digelar, Masyarakat Harus Patuhi Aturan Berkendara

Jumat Berkah Polres Meranti Sasar Komunitas Becak, Kapolres: Polisi Harus Dekat dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

Jumat Berkah Polres Meranti Sasar Komunitas Becak, Kapolres: Polisi Harus Dekat dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, Polres Kepulauan Meranti Sita 9,3 Sabu

Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, Polres Kepulauan Meranti Sita 9,3 Sabu

Komentar
Berita Terbaru