Pengembangan Hidroponik Di Desa Sungai Alam Mati Suri
BENGKALIS - Pengembangan Hidroponik Wick System atau hidroponik dengan sistem rakit apung di Desa Sungai Alam Kecamatan Bengkalis seperti mati suri. Pasalnya, sistim menggunakan beberapa batang paralon, jerigen plastik, styrofoam yang diterapkan itu, hingga kini sudah tidak terurus lagi.
Diakui oleh pengelolan sebagi Pusat Studi dan Budi Daya Holtikultura Bengkalis (PSBHB), hingga kini sistim dan cara budidaya tanpa media tanah itu tidak terlihat akan adanya dedauanan menghijau. Bahkan, tampak hanya beberapa batang paralon yang sudah dikasih lubang kondisinya tidak terurus.
"Awalnya memang pengelolan semangat dan ditanami sayur bayam. Akan tetapi, cara yang dibuat tersebut tidak sesuai dengan harapan. Artinya, saat tumbuh semua daun daun bayam dan tanaman sawi berlubang dimakan ulat,"kata salah seorang penjaga kebun bebrbincang bincang dengan media ini, Selasa (13/10/2015) di bengkalis.
Bukan itu saja, penjaga kebun juga menambahkan bahwa secara hitungan pekerja tani sistim yang diterapkan dan dibuat tersebut sangatlah menguras biaya yang besar.
"Artinya, dengan menggunakan batangan paralon, mesin pompa air yang baru tentuntanya tidak sebanding dengan hasil yang akan didapat dari tanaman tersebut. Apalagi, hasilnya gagal, malah makin terpuruklah kalau menanam sistim demikian," tambahnya lagi.
Sebenarnya, lanjut penjaga kebun lagi. Bercocok tanam secara hidroponik sangat gampang dan mudah. Artinya, bisa bermula dari sebuah hobi. Hidroponik sangat mungkin dikembangkan di rumah-rumah dengan lahan sempit maupun lahan yang luas untuk tujuan komersil.
Tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik meliputi golongan tanaman hortikultura yang meliputi tanaman sayur, tanaman buah, tanaman hias, pertamanan, dan tanaman obat-obatan. Pada hakekatnya berlaku untuk semua jenis tanaman baik tahunan, biennial, maupun annual. Pada umumnya merupakan tanaman annual (semusim).
Sebelumnya, seperti diberitakan beberapa media. Kepala PSBHB Mulyadi mengakui sangat optimis bahwa sebagai pusat studi dan pengembangan budi daya holtikultura bisa dapat menumbuhkembangkan kecintaan masyarakat terhadap hortikultura. Akan tetapi keoptimisannya hanya isapan jempol belaka.(pog/red)
Diakui oleh pengelolan sebagi Pusat Studi dan Budi Daya Holtikultura Bengkalis (PSBHB), hingga kini sistim dan cara budidaya tanpa media tanah itu tidak terlihat akan adanya dedauanan menghijau. Bahkan, tampak hanya beberapa batang paralon yang sudah dikasih lubang kondisinya tidak terurus.
"Awalnya memang pengelolan semangat dan ditanami sayur bayam. Akan tetapi, cara yang dibuat tersebut tidak sesuai dengan harapan. Artinya, saat tumbuh semua daun daun bayam dan tanaman sawi berlubang dimakan ulat,"kata salah seorang penjaga kebun bebrbincang bincang dengan media ini, Selasa (13/10/2015) di bengkalis.
Bukan itu saja, penjaga kebun juga menambahkan bahwa secara hitungan pekerja tani sistim yang diterapkan dan dibuat tersebut sangatlah menguras biaya yang besar.
"Artinya, dengan menggunakan batangan paralon, mesin pompa air yang baru tentuntanya tidak sebanding dengan hasil yang akan didapat dari tanaman tersebut. Apalagi, hasilnya gagal, malah makin terpuruklah kalau menanam sistim demikian," tambahnya lagi.
Sebenarnya, lanjut penjaga kebun lagi. Bercocok tanam secara hidroponik sangat gampang dan mudah. Artinya, bisa bermula dari sebuah hobi. Hidroponik sangat mungkin dikembangkan di rumah-rumah dengan lahan sempit maupun lahan yang luas untuk tujuan komersil.
Tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik meliputi golongan tanaman hortikultura yang meliputi tanaman sayur, tanaman buah, tanaman hias, pertamanan, dan tanaman obat-obatan. Pada hakekatnya berlaku untuk semua jenis tanaman baik tahunan, biennial, maupun annual. Pada umumnya merupakan tanaman annual (semusim).
Sebelumnya, seperti diberitakan beberapa media. Kepala PSBHB Mulyadi mengakui sangat optimis bahwa sebagai pusat studi dan pengembangan budi daya holtikultura bisa dapat menumbuhkembangkan kecintaan masyarakat terhadap hortikultura. Akan tetapi keoptimisannya hanya isapan jempol belaka.(pog/red)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Babinsa bersama Warga Gelar Patroli Karhutla, Tidak Ditemukan Titik Api di Desa Insit
Pratu Aldimas Rizki Ingatkan Warga Alahair Timur Jaga Keselamatan dan Lingkungan
Babinsa dan BPBD Patroli Karhutla di Tebing Tinggi Barat, Tidak Ditemukan Titik Api
Babinsa di Rangsang Barat Perkuat Sinergi dengan Warga, Bahas Keamanan hingga Ketahanan Pangan
Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau Abaikan Sengketa Informasi
Dukungan Menguat, 19 Cabor Kompak Usung Hidayat Abdurrahman Pimpin KONI Meranti 2026-2030
Komentar