Dampak Kabut Asap, Petani Tambak Udang Vaname Merugi
Baca Juga:
Seperti disampaikan Khuzaini (50), warga Teluk Pambang, Kecamatan Bantan kepada wartawan, Minggu (25/10/205), benur udang yang seharusnya dimasukkanke kolam, awal Sepetember lalu, sampai saat ini belum bisa dilakukan karena pasokan dari Lampung terganggu.
''Kabut asap pekat ikut membuat pendapatan kami drastis berkurang karena pasokan benur terganggu sehingga kami tidak bisa melakukan aktivitas budidaya. Untuk membuat tambak membutuhkan modal yang besar,'' ujarnya.
Khuzaini berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis memperhatikan nasib para petani tambak budidaya udang vaname khususnya di Kecamatan Bantan. Salah satunya dengan membuat pembibitan udang vaname di wilayah Kabupaten Bengkalis, supaya mempermudah para petani tambak mendapat benur udang vaname. Tidak perlu lagi mendatangkan jauh-jauh dari Lampung.
''Dengan adanya pembibitan benur udang vaname di wilayah Bengkalis, nantinya sangat mempermudah petani tambak dalam mendapatkan bibit. Apalagi minat untuk membuka tambak udang vaname di wilayah Kecamatan Bantan terus bertambah. Sejauh ini di Kecamatan Bantan saja ada 35 tambak udang yang membutuhkan benur.
''Mudah-mudahan kabut asap ini cepat hilang sehingga kami bisa melaksanakan budidaya udang vaname ini,'' tutup ayah dua anak.(Gus)
Sambut HUT ke-18, Pemkab Meranti Hapus 100 Persen Denda PBB-P2 hingga Akhir Tahun
Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti
Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas
Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini