Sempat Jadi Sorotan Publik, Manajemen RSUD Kepulauan Meranti Gercep Benahi Sejumlah Masalah
Redaksi - Senin, 22 Juni 2026 11:04 WIB
merantione.com - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti saat ini melakukan pembenahan berbagai macam persoalan yang muncul dan sempat menjadi perhatian publik belakang ini.
Untuk hal itu, pihaknya meminjam satu unit genset milik Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai antisipasi darurat agar pelayanan medis di rumah sakit tidak terganggu. Mengingat, saat ini masih dalam proses perbaikan pembangkit utama di rumah sakit tersebut.
Apalagi, bebernya, hampir seluruh pelayanan medis dan peralatan kesehatan sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil, terutama untuk ruangan-ruangan yang menangani pasien dengan kondisi kritis.
Inisiatif meminjam genset dari Dinas PUPR tersebut juga merupakan hasil rapat koordinasi antara manajemen rumah sakit bersama Dewan Pengawas (Dewas) RSUD Kepulauan Meranti.
Hal itu menyusul adanya perhatian serius dan ultimatum dari Bupati Kepulauan Meranti terkait persoalan kelistrikan yang dinilai dapat mengganggu, bahkan membahayakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Romy mengatakan bahwa keterbatasan kapasitas genset pinjaman membuat pihak rumah sakit harus melakukan skala prioritas dalam penyaluran listrik.
Menurutnya, pasokan listrik cadangan difokuskan untuk ruangan-ruangan vital yang sangat bergantung pada energi listrik, seperti panel Perinatologi, Intensive Care Unit (ICU), High Care Unit (HCU), ruang operasi, serta Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Jadi, mesin genset ini sifatnya hanya untuk antisipasi apabila sewaktu-waktu listrik mendadak padam. Sebelumnya kita hanya mengandalkan power supply yang daya tahannya sekitar dua jam," ungkap Romy.
Saat ini, sebutnya, proses perbaikan mesin pembangkit listrik RSUD masih terus berlangsung. Sejumlah komponen dari salah satu unit mesin dipindahkan ke unit lainnya agar dapat segera berfungsi dengan baik.
"Kita berharap perbaikan cepat selesai agar kelistrikan rumah sakit kembali normal. Karena pasokan listrik ini merupakan hal dasar berjalannya pelayanan kepada masyarakat," ucapnya.
Romy mengaku bahwa keberadaan genset pinjaman dari Dinas PUPR sangat membantu dalam menjaga stabilitas pelayanan, khususnya untuk tindakan medis yang membutuhkan suplai listrik tanpa gangguan.
Dimana, sebelumnya disaat ada jadwal dokter spesialis mata melakukan operasi katarak. Namun, khawatir akan terjadinya pemadaman listrik secara tiba-tiba, sehingga dokter enggan mengambil risiko yang dapat membahayakan keselamatan pasien.
Kekhawatiran itu bahkan sempat terbukti ketika tindakan operasi katarak akan dilaksanakan. Saat itu, pasokan listrik mendadak padam, sehingga sempat menimbulkan kepanikan.
"Sewaktu dokter memastikan soal kelistrikan, kami menjamin akan baik-baik saja. Tapi, apa yang dikhawatirkan benar-benar terjadi. Saat akan dilakukan operasi katarak, listrik langsung padam. Beruntung hanya sebentar, ketika listrik mati dibackup dengan UPS dan listrik kembali menyala dengan bantuan mesin dari PUPR," kata Romy.
Selain itu, bebernya lagi, ada pula aspek lain yang menyangkut kenyamanan dan keamanan lingkungan rumah sakit juga mulai ditata secara bertahap. Seperti penggantian lampu penerangan di dalam ruangan rumah sakit yang telah rusak serta pembersihan rumput yang telah panjang perkarangan di bagian depan dan belakang rumah sakit.
Bahkan, manajemen RSUD Kepulauan Meranti juga mulai menertibkan keberadaan hewan liar yang selama ini menjadi salah satu keluhan masyarakat.
"Pada intinya, secara bertahap kami akan terus melakukan perbaikan dan pembenahan terhadap berbagai persoalan yang ada, agar pelayanan rumah sakit ini benar-benar berjalan dengan baik dan optimal," tutup Romi.***
Baca Juga:Sejak berganti pimpinan, yakni Plt Direktur Romy Haris Nanda, pihak manajemen rumah sakit tersebut menunjukkan komitmennya dalam perbaikan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Romy pun melakukan evaluasi dan penataan terhadap berbagai aspek, mulai dari pelayanan, tata kelola, hingga pembenahan internal. Salah satunya, yakni memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Hal itu menyusul gangguan kelistrikan yang sempat terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Editor
: Pauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar