Bupati Meranti Ajak Masyarakat Bersinergi Bangun Daerah: Jangan Hanya Ribut di Medsos
Redaksi - Jumat, 20 Juni 2025 15:58 WIB
MERANTI – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu membangun daerah, bukan sekadar melontarkan kritik di media sosial. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan penanaman mangrove di Desa Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat, baru-baru ini.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Asmar mencurahkan isi hatinya terkait berbagai kritik dan fitnah yang kerap dialamatkan kepadanya sejak menjabat. Ia menyoroti bahwa kebijakan apa pun yang diambil pemerintah daerah, termasuk soal mutasi pejabat, selalu saja menimbulkan polemik.
"Sebelum mutasi, ribut. Dibilang orang-orang lama terus yang dipakai, dituduh saya terima uang dari OPD. Setelah dimutasi, ribut lagi, dibilang saya arogan. Jadi yang benar ini bagaimana?" ujar Asmar.
Asmar menegaskan bahwa keputusan mutasi dilakukan bukan atas kehendak pribadi, melainkan melalui mekanisme resmi dan pertimbangan matang bersama Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).
"Ini bukan semaunya Bupati. Saya harus tahu siapa yang bisa bekerja dalam membangun Meranti," tegas Asmar.
Menurutnya, kegaduhan politik yang terus terjadi hanya akan menghambat pembangunan. Ia menekankan bahwa misi utamanya adalah mewujudkan "Meranti Unggul, Agamis, dan Sejahtera".
"Membangun salah, tak dibangun apalagi. Bagaimana mau mensejahterakan masyarakat kalau tiap hari ribut, hanya karena orang yang dia dukung tidak jadi bupati lalu mulai memfitnah," tambahnya.
Bupati Asmar juga membeberkan kerja sama dengan pihak swasta dalam pembangunan daerah. Ia mencontohkan kontribusi PT Imbang Tata Alam (ITA) melalui program CSR sebesar Rp 2,9 miliar untuk membangun jalan sepanjang 3 kilometer di Desa Tenan.
"Saya memang kalah suara di Desa Tenan, tapi tetap saya bangun. Karena Bupati dan Wakil Bupati itu milik seluruh Meranti. Tidak ada pilih kasih," tegasnya.
Menanggapi isu yang mencoba memecah belah dirinya dengan Wakil Bupati, Asmar menepis anggapan tersebut.
"Sekarang mulai diadu domba. Insya Allah tidak akan pecah, kecuali kami mati," ujar Asmar dengan tegas.
Ia pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan dengan cara yang konstruktif, bukan menyerang lewat media sosial.
"Udahlah, mari kita sama-sama bangun Meranti ini. Kalau jalan rusak, bikin proposalnya. Jangan asal ngomong di Facebook, memfitnah Bupati, padahal semua butuh proses dan data," pungkasnya. **
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Asmar mencurahkan isi hatinya terkait berbagai kritik dan fitnah yang kerap dialamatkan kepadanya sejak menjabat. Ia menyoroti bahwa kebijakan apa pun yang diambil pemerintah daerah, termasuk soal mutasi pejabat, selalu saja menimbulkan polemik.
"Sebelum mutasi, ribut. Dibilang orang-orang lama terus yang dipakai, dituduh saya terima uang dari OPD. Setelah dimutasi, ribut lagi, dibilang saya arogan. Jadi yang benar ini bagaimana?" ujar Asmar.
Asmar menegaskan bahwa keputusan mutasi dilakukan bukan atas kehendak pribadi, melainkan melalui mekanisme resmi dan pertimbangan matang bersama Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).
"Ini bukan semaunya Bupati. Saya harus tahu siapa yang bisa bekerja dalam membangun Meranti," tegas Asmar.
Menurutnya, kegaduhan politik yang terus terjadi hanya akan menghambat pembangunan. Ia menekankan bahwa misi utamanya adalah mewujudkan "Meranti Unggul, Agamis, dan Sejahtera".
"Membangun salah, tak dibangun apalagi. Bagaimana mau mensejahterakan masyarakat kalau tiap hari ribut, hanya karena orang yang dia dukung tidak jadi bupati lalu mulai memfitnah," tambahnya.
Bupati Asmar juga membeberkan kerja sama dengan pihak swasta dalam pembangunan daerah. Ia mencontohkan kontribusi PT Imbang Tata Alam (ITA) melalui program CSR sebesar Rp 2,9 miliar untuk membangun jalan sepanjang 3 kilometer di Desa Tenan.
"Saya memang kalah suara di Desa Tenan, tapi tetap saya bangun. Karena Bupati dan Wakil Bupati itu milik seluruh Meranti. Tidak ada pilih kasih," tegasnya.
Menanggapi isu yang mencoba memecah belah dirinya dengan Wakil Bupati, Asmar menepis anggapan tersebut.
"Sekarang mulai diadu domba. Insya Allah tidak akan pecah, kecuali kami mati," ujar Asmar dengan tegas.
Ia pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan dengan cara yang konstruktif, bukan menyerang lewat media sosial.
"Udahlah, mari kita sama-sama bangun Meranti ini. Kalau jalan rusak, bikin proposalnya. Jangan asal ngomong di Facebook, memfitnah Bupati, padahal semua butuh proses dan data," pungkasnya. **
Baca Juga:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Wabup Muzamil Terima Hasil Uji Kompetensi 18 Pejabat Tinggi Pratama Pemkab Meranti
Kasus DBD Meningkat Tajam, Pemkab Meranti Imbau Masyarakat Lakukan PSN 3M-Plus
Komentar