Kamis, 23 April 2026 WIB
Kamis, 23 April 2026 WIB

Pilot Cantik 'Feranita Gusnaedy' Tekad Kuat Meraih Mimpi

- Rabu, 18 Januari 2017 00:17 WIB
Pilot Cantik 'Feranita Gusnaedy' Tekad Kuat Meraih Mimpi

JAKARTA - Mimpi tak akan jadi kenyataan lewat magis atau keajaiban. Ini yang menyadarkannya untuk terus berusaha keras, banyak berdoa, berkeyakinan kuat serta memiliki kesabaran dan ketekunan yang konsisten.

Baca Juga:

Apa yang menjadi impian Feranita Gusnaedy? “Sederhana saja; jadi pilot di negeri sendiri. Kalau bisa di airline berjadwal karena awalnya aku pramugari,” jawabnya.

Sekarang wanita yang sempat kuliah di London School of Public Relations ini memang belum menjadi pilot di maskapai penerbangan berjadwal yang diinginkannya. Tapi sejak Juni tahun lalu sudah bekerja di Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan, salah satu balai di Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Sebenarnya ia menikmati bekerja di kalibrasi. “Buat (pilot) perempuan sih bagus. Jam terbang tak padat, gaji hampir sama dengan di airline. Not bad. Aku juga nggak cari jam terbang, tapi pengalaman terbang karena terbang buat aku enjoyment; excitement. Di kalibrasi juga banyak curious, sekalian buat mengasah kemampuan terbang.”

Keseharian Fera lumayan sibuk. Selain di kalibrasi, ia mengajar pre-PPL school bagi yang akan sekolah pilot di Australia. “Kalau olahraga, paling senyum doang. Rekreasi? Ke Halim dan Curug. Paling sempatkan Sabtu-Minggu buat keluarga. Sudah mulai bertanggung jawab, sekalian latihan kalau nanti punya keluarga,” ujar lajang yang suka mengumpulkan snowball ini.

Fera pun bercerita banyak kepada Angkasa soal mimpinya ini

Sejak kapan mimpi itu ada?

Papa (yang bekerja di bidang kargo udara) sering kerja di bandara. Kalau kita mau main, kita jemput Papa dulu di bandara. Terus main-main di sana waktu kecil. Lihatnya pesawat terus. Kok enak ya, lihat kru pesawat, wow! Mama juga suka omong, entar kalau gede kerja jadi pramugari, biar keliling dunia. Tapi aku kayaknya “nyetirnya” yang enak nih.

Terus, masuk sekolah pilot?

Tadinya mau coba STPI, tapi karena mata minus dan lain-lain, aku jadi mengurungkan niat. Setelahnya, menyesal kenapa dulu nggak nekat coba saja. Pas jadi pramugari (di Korean Air dan Singapore Airline) malah lain lagi mikirnya, lupakan sajalah. Sudah terlalu tua untuk jadi pilot. Namun lama-kelamaan pikiran itu kalah juga sama passion aku. Lantas aku start to listen to my dream dan coba meyakinkan diri kalau its never to old to set another goal. Aku nggak mau 20 tahun nanti menyesal karena nggak mengejar mimpi sewaktu aku mampu. Karena terpikirkan terus, jadinya kalau tidur suka mimpi duduk di kokpit menerbangkan pesawat. Jadi pilot!

Papa kan tidak mengizinkan, tapi akhirnya Fera boleh jadi pilot?

Aku beranikan diri minta izin lagi sama Papa buat sekolah pilot. Kalau Mama sebenarnya dukung-dukung saja aku maunya gimana, selama itu positif. Mungkin Papa agak over-protective karena aku anak bungsu (dari tiga bersaudara) dan perempuan sendiri. Pas minta izin itu sempat dimarahi lagi tapi diizinkan juga akhirnya. Berbekal izin dari orangtua, juga situasi dan kondisi yang mendukung serta ada sisa tabungan, aku bulatkan tekad untuk maju terus mengejar mimpiku.

Jalannya kemudian lancar-lancar saja?

Literally full of blood, sweat, and tears buat wujudkan mimpi aku. Banyak banget halangan dan cobaan yang harus aku tempuh. Tapi aku sadar, mimpi nggak akan jadi kenyataan lewat magic. Perlu usaha keras, doa yang banyak, keyakinan kuat, kesabaran dan ketekunan yang konsisten. Kalau semuanya terlalu mudah untuk dilakukan, nggak akan ada yang namanya belajar. Aku selalu percaya, if you can dream it, you can do it.

Bagaimana mengatasi halangan dan cobaan itu?

Aku mesti fokus belajar dan konsentrasi biar cepat selesai. Kalau capek banget, terkadang aku suka berkaca di cermin besar di kamar dan menghibur diri sendiri. It’s okay to rest a while if you’re tired, Fera. But don’t stop. Keep walking till you get there. Aku tarik napas dalam-dalam dan berdoa. Terus aku bayangkann wajah Mama. Semangat lagi deh! Belajar di luar negeri nggak seindah orang bayangkan, khususnya untuk sekolah pilot yang mengutamakan kemampuan berpikir dan skills pada saat bersamaan. Perbedaan bahasa, capek, dan sedih sendirian, sudah biasa, tapi kangen orangtua, masakan rumah, semua harus sendiri, kantung sudah tipis tapi malu minta sama orangtua, juga sakit di negeri orang itu rasanya luar biasa.

Apa kendala berat yang pernah dialami Fera?

Aku pernah cedera sampai dirawat cukup lama di rumah sakit. Aku juga kerja jadi waitress di restoran Jepang buat tambah biaya sekolah, padahal belum sembuh dari cedera. Been there done that banget deh, but I’m blessed. Sempat ingin menyerah pada keadaan, tapi hey I didn’t come this far to only come this far. Aku makin dekatkan diri sama Tuhan dan coba percaya proses yang Tuhan tuliskan dalam hidupku adalah untuk mendewasakan aku. Aku yakin Tuhan melihat kesungguhanku dan yakin Tuhan tahu keinginanku untuk membahagiakan orangtuaku. Tuhan kirim aku sejauh ini, pasti Dia akan bantu aku lewati semua ini. So, here I am now and I’m proud of who I am today. Semoga Mama, khususnya Papaku di surga (bapak meninggal Juni 2013, beberapa bulan sebelum ia berangkat ke AS untuk sekolah pilot), bangga atas pencapaian aku. Semoga aku bisa jadi orang yang bermanfaat untuk orangtuaku, agamaku, orang di sekitarku, dan negaraku.

Aktif di Ikatan Pilot Indonesia juga?

Awalnya diajak pilot-pilot senior nongkrong. Terus ada wacana pilot yang didholimi. Rasanya trenyuh; saya jadi sedih. Mulainya nggak sengaja. Saya lihat situasi dunia penerbangan lagi berduka. Banyak accident dan peraturan yang kurang sesuai situasi dunia penerbangan saat ini. Lagi sedih juga banyak pilot asing di sini, padahal adik-adik yang ab initio banyak yang nganggur. Ada gembar-gembor Indonesia kekurangan pilot, sementara anak-anak ab initio yang baru lulus sekolah pilot banyak yang belum kerja. Kalau kesedihan kami pilot-pilot perempuan, Lion Gorup nggak terima perempuan. Kalau Batik Air mau terima, Fera mau antri. Kalau kontraknya 22 tahun? Wah, itu sih berat sekali. Training bayar sendiri, kontrak lama … sekarang pilot kayanya di-down grade deh.***

SHARE:
Berita Terkait
Cegah Karhutla, Babinsa dan Warga Rutin Patroli di Desa Sendaur

Cegah Karhutla, Babinsa dan Warga Rutin Patroli di Desa Sendaur

Komsos Babinsa di Insit, Warga Diimbau Jaga Kerukunan dan Faktor Keamanan

Komsos Babinsa di Insit, Warga Diimbau Jaga Kerukunan dan Faktor Keamanan

Pasutri di Selatpanjang Ditangkap, Diduga Edarkan Ekstasi

Pasutri di Selatpanjang Ditangkap, Diduga Edarkan Ekstasi

Polisi Amankan Pria Diduga Pengedar Sabu di Merbau, Hasil Tes Urine Positif

Polisi Amankan Pria Diduga Pengedar Sabu di Merbau, Hasil Tes Urine Positif

Pengedar Ganja di Banglas Diciduk, Polisi Ungkap Peran Laporan 110

Pengedar Ganja di Banglas Diciduk, Polisi Ungkap Peran Laporan 110

TMMD ke-128 Resmi Dimulai, Sinergi TNI dan Pemkab Bengkalis Percepat Pembangunan Desa

TMMD ke-128 Resmi Dimulai, Sinergi TNI dan Pemkab Bengkalis Percepat Pembangunan Desa

Komentar
Berita Terbaru