Waspadai Siklus Lima Tahunan DBD
Baca Juga:
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis melalui Kepala Bidang Pengendali Masalah Kesehatan Lingkungan Irawadi SKM, MPH Selasa (29/9) mengatakan, siklus lima tahunan ini merupakan hasil pengamatan data jumlah kasus DBD dalam kurun waktu tertentu. Dari pengamatan data itu muncul sebuah pola DBD yang menunjukkan grafik naik atau turun. Berdasarkan pengamatan tersebut, ada suatu masa yang menunjukkan pola jumlah kasus DBD yang lebih tinggi dibanding waktu-waktu lainnya, yang biasanya muncul setiap lima tahun. Inilah yang kemudian disebut dengan siklus lima tahunan DBD.
Kalau memang itu terjadi maka ada kekhuatiran kasus DBD di Kabupaten Bengkalis akan meningkat drastis bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk diketahui, pada tahun 2014 lalu, ada 591 kasus DBD dengan kematian sebanyak 7 orang yaitu Kecamatan Bengkalis 4 orang kasus kematian, Kecamatan Mandau (Duri) 2 orang dan kecamatan Bukit Batu 1 orang. Tahun 2014, kasus DBD terjadi di 7 kecamatan dari 8 kecamatan. Satu-satunya yang tidak ada kasus DBD adalah kecamatan Rupat.
Irawadi mengatakan, sejauh ini belum diketahui penyebab pasti mengapa setiap lima tahun sekali kasus DBD meningkat drastis. Namun, dari sejumlah literatur, sikIus lima tahunan DBD disebabkan oleh sirkulasi virus dengue yang terdiri dari empat stereotip. Jika ada satu stereotip virus dengue yang dalam beberapa periode tidak muncul, maka ketika dia akhirnya menginfeksi manusia, diperkirakan jumlah korbannya akan banyak. Pasalnya, orang yang sudah pernah terkena virus dengue stereotip lain pun rawan untuk terinfeksi kembali oleh virus dengan stereotip berbeda.
Terlebih dengan kondisi asap saat ini dimana akibat dari suplai oksigen yang kurang menyebabkan daya tubuh, terutama anak-anak menurun. Hal itu akan menyebabkan virus DBD mudah menyerang. Hingga bulan September ini saja telah terjadi 22 kasus DBD dan semuanya anak-anak.
Menurut Irawadi, peningkatan kasus DBD di Bengkalis ini membuat Diskes Kabupaten Bengkalis terus melakukan fogging di area terdampak. "Setiap hari kita fogging, tiada hari tanpa fogging," katanya seraya menambahkan, selain fogging, pihaknya juga gencar melakukan penyuluhan terkait DBD, khususnya di desa-desa yang muncul kasus DBD serta desa-desa berdekatan.
Pola hidup bersih menurut Irawadi sangat penting untuk mencegah munculnya DBD. Kemudian, sesegera mungkin membawa anak-anak yang mengalami demam panas ke Puskesmas atau RSUD agar tidak terlambat ditangani oleh petugas kesehatan kalau hasil diagnosa ternyata demam DBD.(Gus)
NasDem Sambangi Keluarga Almarhum MA, Tegas Ahliwaris Pilih Ikhlas
Sekda Meranti Tekankan 9 Aspek Penting ke Aparatur di Kecamatan Merbau
Bupati Asmar Harap Pilkades Serentak 8 Oktober Berlangsung Sukses
Tinjau Penanganan Karhutla di Gemalasari, Bupati Asmar : Tetap Waspada Cegah Kebakaran
Lantik 13 Pejabat, Ini Pesan dan Harapan Sekda Meranti