Wali Murid Harapkan Guru Larang Penjual Mainan Jarum Suntik di Sekolah
Baca Juga:
Bukan hanya itu saja, para wali murid tersebut khawatir tabung injeksi yang dijual itu merupakan limbah rumah sakit atau sarana kesehatan lainnya yang dapat membahayakan para pelajar karena tidak tertutup kemungkinan mengandung kuman penyakit berbahaya.
"Beberapa hari lalu anak saya membeli sebuah tabung suntik dari penjual mainan yang biasa mangkal di depan SDN 1. Harganya seribu rupiah. Selain bukan termasuk mainan untuk anak-anak, saya khawatir tabung suntik yang dijual tersebut barang limbah yang didaur ulang sang pedagang. Kita berharap pihak sekolah maupun UPTD Pendidikan Kecamatan Bengkalis mengingatkan pedagang yang bersangkutan," ujar Johan kepada wartawan, Senin (7/9/2015).
Warga Desa Senggoro yang salah satu anaknya sekolah di SDN 1 tersebut memang menduga kuat tabung suntik yang dijual pedagang tersebut adalah barang bekas yang didaur ulang. Alasannya, selain bukan termasuk jenis mainan untuk anak-anak, barang tersebut bukan termasuk barang yang biasanya dijual di sembarang tempat. Hanya di tempat-tempat khusus, seperti di apotek.
"Saat saya amati tabung suntik yang dibeli anak saya itu kondisinya tidak lagi baru. Seperti sudah pernah dipakai dan dibuang. Ada seperti goresan. Karena itu kita minta pihak sekolah dan UPTD Pendidikan menegur dan mengingatkan agar ke depan pedagang tersebut tidak mengulangi perbuatan serupa. Apalagi tabung suntik yang dijualnya itu memang bekas limbah," harap Johan lagi.(Gus)
Kejurda SMI Pekanbaru 2026, Perguruan Pencak Silat SMI Komwil Meranti Sabet 50 Medali
Kejurprov Catur Riau 2026: Kontingen Meranti Raih Tiga Emas, KONI Bidik Lima Besar Porprov 2027
Perjuangkan Pembangunan dan Infrastruktur Kepulauan Meranti, Bupati Asmar Temui Bappenas RI
Pilkades Serentak 2026, ASN dan Perangkat Desa Diingatkan Tetap Netral
Patroli Rutin Karhutla di Desa Insit, Babinsa Ingatkan Bahaya Membakar Lahan