Telan Anggaran Rp 1,2 Miliar Proyek Peningkatan Jalan Desa Simpang Ayam Asal Jadi, Warga Protes
BENGKALIS -Proyek peningkatan jalan desa Simpang Ayam kecamatan Bengkalis diprotes warga setempat. Pasalnya, pekerjaan senilai Rp 1,2 Miliar lebih itu terkesan asal jadi.
Bagaimana tidak, penimbunan jalan menggunakan tanah liat lembek dan langsung dilakukan pengecoran. Ironisnya lagi, setiap parit yang melintang jalan, tidak ada duiker, terlihat hanya beralas papan dan langsung dicor beton.
Dikemukan tokoh masyarakat setempat, Dahari, mengatakan sedari awal peningkatan jalan desa Simpang Ayam sangat diragukan akan kualitasnya.
"Setelah kita meninjau langsung ke lokasi pekerjaan proyek pelebaran jalan ini, diduga kualitasnya sangat diragukan, apalagi hasil dari pengecoran sudah ada yang mulai retak-retak, padahal baru saja di cor, kan nantinya kasiannya kemasyarakat desa ini sendiri,"katanya, Kamis (24/11)
Diungkapkan dia, belajar dari pembangunan pelebaran jalan sebelumnya, seharus dinas terkait harus rutin melakukan pengawasan terhadap pekerjaan.
"Bisa lihat sendiri, batu -batu kerikilnya timbul-timbul, retak bahkan tanahnya timbunan tanah liat. Bagaimana nasib jalan yang dibangun nantinya, "imbuh Dahari.
Dia berharap Bupati Bengkalis menegur rekanan dan pengawas proyek pembangunan tersebut.
Proyek peningkatan jalan utama desa Simpang Ayam itu, dikerjakan oleh CV. Jaya Wijaya dengan anggaran sebesar Rp 1.29,828,000,- Milyar APBD 2016, konsultan Pengawas PT. Aneka Design Konsultan.
Hingga berita ini diturunkan, rekanan belum berhasil dikonfirmasi. Para pekerja tidak mengetahui nomor seluler rekanan proyek tersebut. (Gus)
Baca Juga:
Kejurprov Catur Riau 2026: Kontingen Meranti Raih Tiga Emas, KONI Bidik Lima Besar Porprov 2027
Perjuangkan Pembangunan dan Infrastruktur Kepulauan Meranti, Bupati Asmar Temui Bappenas RI
Pilkades Serentak 2026, ASN dan Perangkat Desa Diingatkan Tetap Netral
Patroli Rutin Karhutla di Desa Insit, Babinsa Ingatkan Bahaya Membakar Lahan
Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Edukasi Masyarakat soal Hukum dan Pancasila