Rahmat Yasin dinonaktifkan, PPP segera cari pengganti
JAKARTA, PESISIRONE.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah menonaktifkan Rahmat Yasin, sebagai ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Jawa Barat, setelah ditangkap KPK terkait dugaan kasus suap alih fungsi lahan di Bogor seluas 2.754 hektare. Dalam waktu dekat, PPP segera mengadakan rapat untuk mencari pengganti Rahmat.
Baca Juga:
"Dengan sendirinya diberhentikan sementara. Pergantian pimpinan akan dilakukan melalui rapat Pengurus Harian," kata Ketua DPP PPP, Dimyati Natakusumah di sela-sela Rapimnas PPP di Hotel Aston Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/5)
Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy menanggapi santai penangkapan kadernya itu. "Kami melihatnya sebagai urusan pribadi, tidak ada kaitannya dengan partai," ujar singkat.
Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Rahmat Yasin sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyuapan alih fungsi lahan seluas 2.754 hektar di Bogor. Selain Rahmat, ada dua orang tersangka lain, yaitu Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan M Zairin dan pihak swasta berinisial YY dari PT BJA.
Atas tindakannya, Rahmat disangkakan Pasal 12 huruf a atau b atau pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU Tindak Pidana Korupsi dan junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidan.(mkc/pog)
Forum DGICM ASEAN 2026, Dirjen Imigrasi RI Paparkan Tiga Pilar Strategi Penguatan Perbatasan
BPKAD Meranti Raih Terbaik II Pengguna Layanan Penilaian BMD di Seroja Awards 2026
Patroli Rutin Babinsa dan MPA Perkuat Pencegahan Karhutla di Meranti
Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Hidup Rukun dan Waspada Cuaca Ekstrem
Usai Kalah hingga Mahkamah Agung, Swandi Kembali Pagar Aset Pemkab Meranti, Satpol PP Bersiap Turun