Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Gubri: Butuh Sinergi dan Terobosan Perbaikinya
BENGKALIS-Kabupaten Bengkalis merupakan salah satu kabupaten yang terkena dampak ekonomi makro yang menyebabkan terjadi pelambatan ekonomi sehingga dibutuh sinergi dan terobosan untuk memperbaikinya.
"Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Riau di kisaran 2,23 persen . Untuk memperbaiki perlambatan pertumbuhan ekonomi ini, butuh kerja keras dan senergi dalam membuat terobosan agar bisa meningkat ke angka 3 persen," ujar Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman usai membuka Musrenbang Kabupaten Bengkalis, Senin (6/3/2017).
"Kita tidak bisa hanya tergantung pada sektor Migas dan perkebunan yang selama ini memberi kontribusi PAD Provinsi Riau dan juga Kabupaten Kota. Besar kecil DBH tergatung harga minyak dunia yang sejauh ini masih di kisaran 50 dalar Amerika per Barel sehingga DBH kita tidak sebaik yang dulu," ujarnya.
Begitu juga di sektor perkebunan . Kalau komoditi ini terganngu, atomatis pendapatan masyarakat juga tergannggu sehingga daya beli menurun yang berdampak terhadap PAD Provinsi dan Kabupaen Kota seoRiau yang bersumber dari konsumi masyarakat. "Sekitar 50 persen atau 2 juta masyarakat di Riau tergantung dengan komuditi kelapa sawit, karet dan kelapa," ujar Gubri.
Gubernur menambahkan, dengan angaran yang terbatas, harus bersinergi mempemberbaiki pertumbuhan ekonomi dengan cara mengankat sektor yang lain seperti pariwisata berbasis budaya dan perikanan laut. "Dua sektor ini bisa menyerap tenaga kerja dan juga dilakukan langsung oleh masyarakat sehingga uang akan berputar di daerah sehingga akan mempertahankan ekonomi ke depan" imbuhnya. (Gus)
"Kita tidak bisa hanya tergantung pada sektor Migas dan perkebunan yang selama ini memberi kontribusi PAD Provinsi Riau dan juga Kabupaten Kota. Besar kecil DBH tergatung harga minyak dunia yang sejauh ini masih di kisaran 50 dalar Amerika per Barel sehingga DBH kita tidak sebaik yang dulu," ujarnya.
Begitu juga di sektor perkebunan . Kalau komoditi ini terganngu, atomatis pendapatan masyarakat juga tergannggu sehingga daya beli menurun yang berdampak terhadap PAD Provinsi dan Kabupaen Kota seoRiau yang bersumber dari konsumi masyarakat. "Sekitar 50 persen atau 2 juta masyarakat di Riau tergantung dengan komuditi kelapa sawit, karet dan kelapa," ujar Gubri.
Gubernur menambahkan, dengan angaran yang terbatas, harus bersinergi mempemberbaiki pertumbuhan ekonomi dengan cara mengankat sektor yang lain seperti pariwisata berbasis budaya dan perikanan laut. "Dua sektor ini bisa menyerap tenaga kerja dan juga dilakukan langsung oleh masyarakat sehingga uang akan berputar di daerah sehingga akan mempertahankan ekonomi ke depan" imbuhnya. (Gus)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Patroli Rutin Karhutla di Desa Insit, Babinsa Ingatkan Bahaya Membakar Lahan
Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Edukasi Masyarakat soal Hukum dan Pancasila
Sempat Jadi Sorotan Publik, Manajemen RSUD Kepulauan Meranti Gercep Benahi Sejumlah Masalah
Cegah Karhutla, Babinsa dan MPA Sisir Desa Insit
Komsos di Tanjung Samak, Babinsa Ingatkan Warga Jangan Bakar Lahan
PBFI Kepulauan Meranti Taja Kejurkab Men Fitness 2026
Komentar