Mengejutkan!.. AM Terendah Perolehan 24.033 suara di 6 Kecamatan
BENGKALIS - Pasangan calon (paslon) Amril Mukminin-Muhammad (AM) digadang-gadangkan telah unggul memperoleh suara tertinggi dari pasangan calon lainya di pilkada Kabupaten Bengkalis, disinyalir hanya pengelabuan hasil penghitungan suara sementara.
Diduga, Pernyataan klaim unggul dengan perolehan suara tertinggi dan menang dari tiem pasangan AM itu sengaja diheboh-hebohkan untuk mengecoh masyarakat yang baru saja melakukan hak pilih mereka. Ironis, manuver itu disebarkan di media sosial dan Short messenger Service (SMS).
SMS berisikan hitungan suara AM di Kecamatan Mandau dan Pinggir menang telak 70 persen lebih itu tersebar sekitar pukul 12.00 WIB, padahal penghitungan di TPS TPS masih dan sedang berjalan. Hal itupun berhasil mengelabuhi masyarakat di Kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini.
"Manuver politik yang sangat kotor. Dan sangat disayangkan, Masyarakat lah yang diperbodohi dengan hasil palsu dari penghitungan sementara tersebut," kata Yhopizar SH, Rabu (9/12/2015) semberi menunjukan SMS data penghitungan suara yang di duga rekayasa tersebut.
Pria kerap disapa Yophi inipun mengharapakan dengan adanya kejadian ini, masyarakat bisa berpikir positif dan menunggu hasil penghitungan suara data C1 yang pasti dari KPU.
"Kita pastikan, SMS data penghitungan sementara yang tersebar itu tidak benar. Dan yang pastinya kita menunggu data C1 dari KPU," tambah Yophi.
Hal senada juga dilontarkan Efendi (30), tokoh pemuda Desa Senggor, Kecaamatan Bengkalis. Menurutnya, SMS data penghitungan itu dinilai berhasil membuat masyarakat resah.
"Saya juga mendapatkan SMS hasil penghitungan suara itu. Awalnya memang saya tidak percaya, namun setelah media sosial banyak memberitakannya juga ikut percaya," kata Efendi.
Sementara, Efendi berharap kepada pihak penyelenggara pilkada dalam hal ini KPU bengkalis harus bekerja proposional. "Mudah-mudahan pengaruh SMS itu tidak mewabah di KPU Bengkalis. Artinya, masyarakat menginginkan data penghitungan suara yang benar benar keabsahanya," pungkasnya.(red)
Diduga, Pernyataan klaim unggul dengan perolehan suara tertinggi dan menang dari tiem pasangan AM itu sengaja diheboh-hebohkan untuk mengecoh masyarakat yang baru saja melakukan hak pilih mereka. Ironis, manuver itu disebarkan di media sosial dan Short messenger Service (SMS).
SMS berisikan hitungan suara AM di Kecamatan Mandau dan Pinggir menang telak 70 persen lebih itu tersebar sekitar pukul 12.00 WIB, padahal penghitungan di TPS TPS masih dan sedang berjalan. Hal itupun berhasil mengelabuhi masyarakat di Kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini.
"Manuver politik yang sangat kotor. Dan sangat disayangkan, Masyarakat lah yang diperbodohi dengan hasil palsu dari penghitungan sementara tersebut," kata Yhopizar SH, Rabu (9/12/2015) semberi menunjukan SMS data penghitungan suara yang di duga rekayasa tersebut.
Pria kerap disapa Yophi inipun mengharapakan dengan adanya kejadian ini, masyarakat bisa berpikir positif dan menunggu hasil penghitungan suara data C1 yang pasti dari KPU.
"Kita pastikan, SMS data penghitungan sementara yang tersebar itu tidak benar. Dan yang pastinya kita menunggu data C1 dari KPU," tambah Yophi.
Hal senada juga dilontarkan Efendi (30), tokoh pemuda Desa Senggor, Kecaamatan Bengkalis. Menurutnya, SMS data penghitungan itu dinilai berhasil membuat masyarakat resah.
"Saya juga mendapatkan SMS hasil penghitungan suara itu. Awalnya memang saya tidak percaya, namun setelah media sosial banyak memberitakannya juga ikut percaya," kata Efendi.
Sementara, Efendi berharap kepada pihak penyelenggara pilkada dalam hal ini KPU bengkalis harus bekerja proposional. "Mudah-mudahan pengaruh SMS itu tidak mewabah di KPU Bengkalis. Artinya, masyarakat menginginkan data penghitungan suara yang benar benar keabsahanya," pungkasnya.(red)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Kejurda SMI Pekanbaru 2026, Perguruan Pencak Silat SMI Komwil Meranti Sabet 50 Medali
Kejurprov Catur Riau 2026: Kontingen Meranti Raih Tiga Emas, KONI Bidik Lima Besar Porprov 2027
Perjuangkan Pembangunan dan Infrastruktur Kepulauan Meranti, Bupati Asmar Temui Bappenas RI
Pilkades Serentak 2026, ASN dan Perangkat Desa Diingatkan Tetap Netral
Patroli Rutin Karhutla di Desa Insit, Babinsa Ingatkan Bahaya Membakar Lahan
Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Edukasi Masyarakat soal Hukum dan Pancasila
Komentar