Rabu, 29 April 2026 WIB
Rabu, 29 April 2026 WIB

Lembaga Pengelola Cagar Biosfir Giam Bukit Batu - Siak Kecil Rakor Dengan UNESCO

- Rabu, 01 April 2015 16:12 WIB
Lembaga Pengelola Cagar Biosfir Giam Bukit Batu - Siak Kecil Rakor Dengan UNESCO
BENGKALIS -Lembaga Pengelola Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu yang sudah terbentuk dibawah kendali Gubernur Riau, Selasa (31/3) lalu kembali melakukan rapat koordinasi dengan Executive Director Man and The Biosphere (MAB) UNESCO-Indonesia, Prof. Dr. Yohanes Purwanto


Baca Juga:

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bengkalis, Ir.Herman Mahmud kepada wartawan, Rabu (1/4).Herman mengatakan ada tiga fokus yang menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi tersebut, diantaranya masalah ekonomi, lingkungan dan riset.


"Selama ini lembaga pengelola cagar biosfir sudah di SK kan oleh Gubernur, namun MAB Lipi menginginkan langsung ditangani Kabupaten, maka kemarin dilakukan rapat koordinasi dengan pihak yang berhubungan langsung dengan Giam Bukit Batu - Siak Kecil ini," sebut Herman.


Rapat koordinasi itu kata Herman dihadiri oleh Kepala Bappeda Kabupaten Bengkalis Jondi, Kepala Disbudparpora Kabupaten Bengkalis Eduar, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kepala Balitbang, Kepala BLH dan dari perwakilan Sinarmas Group.


Keberadaan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu sebagai satu dari 553 cagar biosfer yang tersebar di 124 negara dan tergabung dalam "UNESCO's World Network of Biosphere Reserves (WNBR)" menjadi begitu penting dan berharga bagi Indonesia.


"Hutan rawa gambut Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil seluas 84.967 hektare dan Suaka Margasatwa Bukit Batu seluas 21.500 hektare, merupakan bagian dari "eco-region" hutan Sumatera yang sebelumnya telah diidentifikasi LIPI sebagai sebuah areal yang didiami sedikitnya 159 jenis burung, 10 jenis mamalia, 13 jenis ikan, 8 jenis reptil berikut 52 jenis tumbuhan langka dan dilindungi," paparnya.


"Melihat keberadaan Giam Siak Kecil – Bukit Batu yang telah menjalankan berbagai peran, mulai dari fungsi konservasi, penelitian dan pengembangan serta pembangunan berkelanjutan, sayang sekali kalau tidak kita jaga. saat ini kan banyak kebakaran hutan dan lahan, semua kita ingin cover kembali jangan sampai itu terjadi lagi dan menjadi sasaran masyarakat tak bertanggung jawab," tambah Herman


Untuk itulah, lanjut dia, dibentuk kelembagaan dalam rangka menangani semua permasalahan tersebut, "Ketuanya langsung pak Bupati" tutup Herman Mahmud.(Gus)



SHARE:
Berita Terkait
Hadapi El Nino, Pemprov Riau Perkuat Desa Cegah Karhutla

Hadapi El Nino, Pemprov Riau Perkuat Desa Cegah Karhutla

Babinsa Tebing Tinggi Gelar Komsos di Alahair Timur, Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Cegah Karhutla

Babinsa Tebing Tinggi Gelar Komsos di Alahair Timur, Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Cegah Karhutla

Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Bersama BPBD Patroli Karhutla di Desa Insit

Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Bersama BPBD Patroli Karhutla di Desa Insit

Lapas Selatpanjang Gandeng Disdukcapil Tertibkan Data Warga Binaan

Lapas Selatpanjang Gandeng Disdukcapil Tertibkan Data Warga Binaan

MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre

MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre

Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah

Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah

Komentar
Berita Terbaru