Kinerja ULP Bengkalis Mengecewakan!
Baca Juga:
Ketua Komisi II DPRD Bengkalis Syahrial ST, mengaku kecewa dan kesal melihat sikap ketua bersama jajaran kelompok kerja (pokja) di ULP Bengkalis, yang menurutnya, sudah dua kali dipanggil untuk melaksanakan hearing, tidak sekalipun personil ULP terutama ketua dan sejumlah ketua Pokja datang memenuhi undangan lembaga wakil rakyat tersebut.
"ULP itu sepertinya besar kepala, merasa merekalah yang paling hebat. Buktinya dua kali kita undang secara resmi hearing ke DPRD dua kali pula ketua ULP bersama ketua pokja mangkir. Kita jelas kecewa dengan prilaku personil di ULP yang merasa proyek-proyek di APBD Bengkalis itu punya mereka,"tegas Syahrial, Selasa (7/7).
Bahkan kata politisi Partai Golkar itu, prilaku ULP yang tidak mengindahkan undangan dewan, memberikan kesan kalau institusi pelelangan dibawah Pemkab Bengkalis itu berjalan sendiri atau kelompok tertentu. DPRD sendiri tidak akan ambil diam atas prilaku personil ULP yang terkesan besar kepala tersebut dengan menggunakan hak melekat pada lembaga legislasi itu dalam menyikapi kinerja dan prilaku ULP.
"Kalau pada undangan ketiga mereka tidak datang juga, kita bisa bentuk Panitia Khusus (Pansus) ULP. Kita akan pertanyakan dan telusuri kinerja mereka, karena para personil di ULP tersebut seperti menghilang begitu pelelangan dimulai, ada apa sebenarnya dengan ULP Bengkalis tersebut, apa memang disengaja atau ada ada permainan, "tambahnya.
Rekanan Kecewa
Kekecewaan atas kinerja ULP Bengkalis seperti Pokja 1 yang diketuai Ardiansyah terus muncul kepermukaan. Rekanan kecewa atas proses pelelangan paket yang dilaksanakan pokja tersebut maupun pokja lainnya yang selalu mengulur waktu mengumumkan perusahaan pemenang lelang sejumlah paket di Dinas Pekerjaan Umum Bengkalis yang sudah berjalan hampir 1,5 bulan.
"ULP ini sepertinya bermain-main dalam melelang proyek dan diduga sarat kepentingan. Masak paket yang sudah dilelang 1,5 bulan lewat, pengumuman pemenangnya sampai 4 kali diundur, dan infiormasinya pemenang akan diumumkan pada tanggal 10 Juli ini. Kinerja ULP Bengkalis ini dari tahun ke tahun bertambah buruk, tidak profesional dan sarat kepentingan,"ujar Ketua Gapensi, Suhaimi SH.
Ia menyebut, kalau sejumlah paket yang sudah diumumkan pemenangnya di ULP diduga bermasalah dari Sertifikasi Badan Usaha (SBU), Surat Keterangan Ahli (SKA) dan Surat keterampilan (SKTK) yang tidak terdaftar di Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK).
"Kalau setiap tahun proses lelang di Bengkalis seperti ini, alamat kacau pembangunan yuang dilaksanakan. Keterlambatan lelang, dugaan praktek KKN dan permainan kotor lainnya masih terus mewarnai perjalanan ULP Bengkalis,"tambah Suhaimi. (Gus)
Babinsa Tebing Tinggi Gelar Komsos di Alahair Timur, Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Cegah Karhutla
Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Bersama BPBD Patroli Karhutla di Desa Insit
Lapas Selatpanjang Gandeng Disdukcapil Tertibkan Data Warga Binaan
MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah