Fungsionalisasi Pusat Jajanan Cukup Menggembirakan
BENGKALIS –Fungsionalisasi Pusat Jajanan dan Cenderamata Khas Bengkalis yang berada di Sungai Bengkel cukup menggemberikan. Sejak dibuka secara resmi pada pertengahan Juli tahun lalu, lokasi ini tidak hanya dijadikan sebagai tempat transaksi jajanan maupun cenderamata, melainkan juga bazar atau pameran.
Baca Juga:
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan (DPK) Bengkalis melalui Sekretaris, Hamdan kepada wartawan, Rabu (24/6). "Kita lihat perkembangannya cukup menggemberikan. Dari semula lokasi tersebut bisa dikatakan terlantar sekarang sudah difungsikan untuk berbagai kegiatan," ujarnya.
Dari sisi pemanfaatan kios di Pusat Jajanan dan Cenderamata Khas Bengkalis, sebagiannya sudah dimanfaatkan untuk berjualan. "Ada kios Dekranasda, PKK dan Ikaboga yang dioperasionalkan oleh Ibu Elinawati atau lebih dikenal dengan nama Bu Butet," katanya.
Menurut informasi dari Elinawati, sambung Hamdan, omset rata-rata per bulan di kios yang ia kelola dalam kisaran Rp5 juta – Rp6 juta dengan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 10 orang. "Alhamdulillah, beliau bisa mengoptimalkan Pusat oleh-oleh ini, sesuai dengan ekspektasi Pemkab Bengkalis," katanya.
Tidak hanya itu, pada awal Januari 2015, lokasi itu juga dijadikan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Rimba Sekampung Kecamatan Bengkalis untuk melaksanakan Pelatihan Keterampilan dan Pameran Batu Akik selama 13 hari. Kemudian sambung Hamdan, Asosiasi Penggemar Batu Mulia dan Batu Akik Riau (Aspari,red) jugga melaksanakan bazar batu akik dari tanggal 5 – 10 Februari 2015 dan 5 – 15 Maret 2015 selama 17 hari.
Pada bulan Mei, sambung Hamdan, dalam rangka memperingati HUT Adhyaksa, Kejari Bengkalis menyelenggarakan Adhyaksa Gemstone dalam bentuk pameran dan kontes batu akik selama 14 hari. "Selanjutnya, sempena hari Bhayangkara ke-69, Polres Bengkalis bekerja sama dengan Aspalis Bengkalis menggelar kontes dan bazar batu akik, mulai dari 8 – 13 Juni 2015 atau 8 hari," ujarnya.
Hamdan mengatakan, dari sisi pendekatan waktu selama satu tahun, fungsionalisasi Pusat Oleh-Oleh sudah relatif baik, dimana tercatat ada 52 hari ada aktifitas di sana, ini diluar operasional beberapa kios. "Kedepan, Dinas Pasar dan Kebersihan akan coba bekerja sama dengan beberapa asosiasi atau personal, dalam rangka meningkatkan kontribusi masyarakat dalam pembangunan, khususnya untuk mengoptimalkan fungi Pusat Oleh-Oleh ini," katanya.
Adapun upaya yang ditempuh, sambung Hamdan, adalah bekerja sama dengan Asosiasi Grup Band Kota seminggu sekali dimana untuk Kota Bengkalis sendiri diperkirakan ada sekitar 40 grup band. Kemudian bekerja sama dengan pelukis-pelukis Kota Bengkalis untuk menyenggarakan pagelaran atau pameran lukisan.
"Dari beberapa iven yang pernah dilaksanakan di sini (Pusat Jajanan dan Oleh-Oleh Khas Bengkalis,red) berdampak kepada bukanya kios-kios di lokasi untuk menggelar produk-produk souvenir mereka. Artinya iven yang ada sangat berkorelasi positif terhadap operasional kios-kios, karena pengunjung tertarik untuk melihat produk yang dipajang," ujar Hamdan seraya menambahkan kalau hal itu berdampak kepada tumbuhnya ekonomi kreatif sesuai dengan program Pemda dan Nasional serta kesiapan dalam bersaing menuju pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).(Gus)
Babinsa Tebing Tinggi Gelar Komsos di Alahair Timur, Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Cegah Karhutla
Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Bersama BPBD Patroli Karhutla di Desa Insit
Lapas Selatpanjang Gandeng Disdukcapil Tertibkan Data Warga Binaan
MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre
Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah