Senin, 22 Juni 2026 WIB
Senin, 22 Juni 2026 WIB

'Eed' Tolak Dan Katakan Wagubri Impor, Ini Tanggapan Ansar Ahmad

- Kamis, 17 November 2016 04:30 WIB
'Eed' Tolak Dan Katakan Wagubri Impor, Ini Tanggapan Ansar Ahmad

PEKANBARU - Nama Ansar Ahmad digadang gadang diajukan ke DPP Partai Golkar sebagai Calon Wakil Gubernur Riau, mendampingi Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman. Namun, pencalon itu mendapat penolakan keras dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Bengkalis.

Menangapi hal itu, Ansar Ahmad yang saat ini menjabat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Provinsi Kepulauan Riau inipun mengaku tidak terkejut dengan adanya penolakan yang muncul dari kalangan internal partai. Namun, Dia menilai hal itu merupakan dinamika politik yang harus disikapi dengan lebih arif dan bijaksana.

"Sebagai kader, jika Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menugaskan, saya siap," kata Ansar Ahmad kepada media ini, Rabu, 16/11 via handphone.

Ansar Ahmad, sebelumnya menjabat sebagai Bupati Bintan ini juga mengatakan akan menyerahkan sepenuhnya kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar dan dirinya akan mengikuti mekanisme partai.

Namun, Dirinya sangat menyayangkan munculnya statemen penolakan itu disaat usai melakukan kunjungan silaturahi ke Kabupaten Bengkalis.

"Jauh hari kita sudah berkordinas kepada DPD II Partai Golkar bengkalis guna melakukan silaturahmi kepada masyarakat bengkalis. Namun kita memaklumi, dengan kesibukan kawan kawan sehingga tidak dapat hadir dalam silaturahmi tersebut," pungkas Ansar Ahmad semberi mengakui akan melakukan silaturahmi di 12 Kabupaten/Kota di Riau.

"InsyaAllah, selanjutnya silaturahmi akan kita lanjutkan kembali hari Jumaat  18/11 (besok,red) di Kabupaten Rohil. Dan dengan agenda yang sama juga seperti di bengkalis," tuturnya.

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Bengkalis H.Indra Gunawan PHd berkomentar dan memberikan statemen menolak keras posisi Wakil Gubernur Riau sampai sisa masa jabatan tahun 2018 diisi Wagubri yang 'diimpor'.

"Penolakan adanya Wagubri impor bukan didasarkan kepada sentiment atau kepentingan pribadi dan sekelompok kader Golkar, melainkan untuk kebaikan Riau kedepannya. Sehingga sinergitas keterwakilan daerah dalam pengisian jabatan orang nomor dua Riau tetap sejalan dengan semangat Pilgubri tahun 2012 lalu,"papar Eet.(red/pog)
 

Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Kejurprov Catur Riau 2026: Kontingen Meranti Raih Tiga Emas, KONI Bidik Lima Besar Porprov 2027

Kejurprov Catur Riau 2026: Kontingen Meranti Raih Tiga Emas, KONI Bidik Lima Besar Porprov 2027

Perjuangkan Pembangunan dan Infrastruktur Kepulauan Meranti, Bupati Asmar Temui Bappenas RI

Perjuangkan Pembangunan dan Infrastruktur Kepulauan Meranti, Bupati Asmar Temui Bappenas RI

Pilkades Serentak 2026, ASN dan Perangkat Desa Diingatkan Tetap Netral

Pilkades Serentak 2026, ASN dan Perangkat Desa Diingatkan Tetap Netral

Patroli Rutin Karhutla di Desa Insit, Babinsa Ingatkan Bahaya Membakar Lahan

Patroli Rutin Karhutla di Desa Insit, Babinsa Ingatkan Bahaya Membakar Lahan

Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Edukasi Masyarakat soal Hukum dan Pancasila

Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Edukasi Masyarakat soal Hukum dan Pancasila

Sempat Jadi Sorotan Publik, Manajemen RSUD Kepulauan Meranti Gercep Benahi Sejumlah Masalah

Sempat Jadi Sorotan Publik, Manajemen RSUD Kepulauan Meranti Gercep Benahi Sejumlah Masalah

Komentar
Berita Terbaru