Pasang Perangkap, 3 Ekor Kambing 'Umpan' Harimau di Inhil
PEKANBARU - Tim gabungan yang dipimpin oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, hingga saat ini masih memburu harimau yang telah menerkam Jumiati seorang karyawati di PT Tabung Haji Inti Plantation (THIP) di Inhil.
Pemasangan perangkap dengan menyediakan tiga ekor kambing jantan sebagai umpannya telah dilakukan oleh tim gabungan tersebut.
"Sekarang ada dua kandang dan rencana akan ditambah kandang satu lagi," ujar Kasubbag Humas BBKSDA Riau, Dian Indiarti pada. Senin (15/1/2018) siang.
Menurut Dian berdasarkan penjelasan dari dokter hewan, bau kambing jantan adalah salah satu umpan yang mempan untuk memikat hewan dengan nama latin phantera tigris sumatrae tersebut untuk datang.
Baca Juga:
Berita terkait: Mengenaskan! Seorang Wanita di Inhil Tewas di Tikam Harimau
"Berdasarkan penjelasan dokter hewan saat kita rapat, penanganan konflik ini bau kambing paling menyengat dan menari untuk satwa tersebut. Jadi diputuskan umpan untuk menjerat harimau adalah kambing," jelasnya.
Pemasangan umpan masih dietakkan di Kecamatan Pelangiran dan tak jauh dari lokasi penerkaman Jumiati tepatnya di areal perkebunan THIP."Lokasi masih di Kecamatan Pelangiran sekitar 2 kilometer dari lokasi TKP," sebutnya.
Sementara itu dari pantauan tim di lokasi, jejak baru dari satwa itu setiap harinya terpantau di lokasi."Karena berdasarkan informasi anggota setiap hari ditemukan jejak baru berarti harimau masih berada di sekitar tempat tersebut," katanya.[jmn]
Ops Patuh Lancang Kuning Segera Digelar, Masyarakat Harus Patuhi Aturan Berkendara
Jumat Berkah Polres Meranti Sasar Komunitas Becak, Kapolres: Polisi Harus Dekat dan Bermanfaat Bagi Masyarakat
Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, Polres Kepulauan Meranti Sita 9,3 Sabu
HUT Humas Polri ke-75, Puluhan Polisi dan Wartawan di Meranti Gelar Aksi Donor Darah
Puluhan Warga Jalan Ibrahim Selatpanjang Antusias Ikut Sosialisasi Perlinsos Polres Kepulauan Meranti