Mengenaskan! Seorang Wanita di Inhil Tewas di Tikam Harimau
PEKANBARU - Sungguh mengenaskan nasib seorang wanita di Indragiri Hilir (Inhil) ini. Ia ditemukan dalam kondisi tewas mengerikan karena ditikam harimau jenis Sumatera. Perstiwa ini terjadi di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Inhil yang masih berada dalam area konsesi PT Arara Abadi.
Menindaklanjuti kejadian ini, Balai Besar Koservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau pun langsung bergegas menurunkan timnya untuk menelusurinya.
"Kita sudah berkordinasi dengan Polres Inhil yang mana tim kita sedang bergerak ke lokasi bersama pihak Kepolisian," kata Humas BBKSDA Riau, Dian Indriati, Kamis, 4 Januari 2017.
Untuk membantu, BBKSDA turut menyertakan rekanan seperti World Wild Fund for nature (WWF) dan Pusat Konservasi Harimau Sumatera (PKHS) dan perusahaan untuk turut terjun langsung ke lapangan. Hingga saat ini, mereka masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari tim yang telah diturunkan.
"Tim pertama yang kita turunkan telah berangkat ke lokasi sebanyak delapan orang dan saat ini kita masih menunggu kabar terbaru dari mereka," jelasnya.
Dijelaskannya, selama tahun 2017 ini saja, sudah lebih dari lima konflik yang terjadi antara manusia dengan hewan buas. Sementara untuk kejadian yang melibatkan harimau sumatera kejadian yang mengenaskan sudah tiga kali berulang.
"Konflik yang terjadi di tahun 2017 yang melibatkan satwa sudah terjadi sebanyak 10 kali seperti konflik dengan Gajah liar di Tapung, Kampar, Duri, Kelayang. Kemudian beruang di Kampar, Bengkalis, buaya di Pekanbaru, Dumai dan Duri. Sementara harimau pernah terjadi daerah Pelangiran, Inhil dan kembali terulang," tutupnya.[poc]
Baca Juga:
Pencurian Ruko di Tanjung Harapan Selatpanjang Terungkap, Satu Pelaku Ditangkap
Perkuat Kamtibmas, Babinsa Tebing Tinggi Laksanakan Komsos dengan Warga
Cegah Karhutla, Babinsa Posramil Tebingtinggi Barat Rutin Patroli Bersama Masyarakat
Cekcok Berujung Kekerasan, Polisi Amankan Pelaku Dugaan KDRT di Selatpanjang
Menuju Musorkab, KONI Meranti Matangkan Langkah Lewat Rakerkab 2026