Senin, 21 September 2026 WIB
Senin, 21 September 2026 WIB

Saksikan Panen Perdana Budidaya Udang Vename di Banglas, Bupati Asmar : Kita Dukung Potensi Besar Ini

Pauzi - Selasa, 17 September 2024 11:35 WIB
Saksikan Panen Perdana Budidaya Udang Vename di Banglas, Bupati Asmar : Kita Dukung Potensi Besar Ini
Plt Bupati H Asmar didampingi Kadiskam Ahmad Yani, saat menyaksikan langsung proses panen perdana pembudidaya tambak udang Vename Dusun Lampam, Desa Banglas, Kecamatan Tebingtinggi, Senin (16/9/2024) sore.
MERANTI -Plt Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H Asmar, sangat mendukung potensi budidaya udang Vename yang dilakukan oleh masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat menyaksikan langsung proses panen perdana pembudidaya tambak udang Vename Dusun Lampam, Desa Banglas, Kecamatan Tebingtinggi, Senin (16/9/2024) sore.

Melihat hasil panen yang terbilang memuaskan di tambak udang yang di kelola Iswandi alias Endi dan Arifin Hamzah, Bupati Asmar sangat yakin bahwa tambak udang Vemane bisa dikembangkan dengan baik di Kepulauan Meranti.

"Ini sangat luar biasa. Saya sangat yakin usaha ini bisa kita kembang di Meranti. Untuk itu, kita mendukung dan menggalakkan masyarakat membudidayakannya," ucap Asmar sembari menyantap udang goreng dan rebus yang disediakan oleh pengelola tambak.

Pengelola tambak, Arifin Hamzah mengatakan bahwa saat ini jumlah produksi udang tersebut sebanyak 1,5 ton yang dipanen melalui sistem parsial.

Untuk masa pemeliharaan, bebernya, selama 3 bulan dimulai sejak awal Juli lalu. Jumlah bibit yang ditabur sebanyak 300.000 ekor dari bantuan Dinas Perikanan Provinsi Riau yang difasilitasi Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti. Semua benih di isi ke dalam 3 petak kolam (tambak) yang masing-masing berukuran 30 x 70 meter persegi.

"Kalau ukuran rata-rata udang yang dipanen itu size 70. Hasil panen ini kita jual di Selatpanjang saja melalui pedagang pasar yang menjemput ke tambak. Untuk harganya beragam, mulai dari 45.000 hingga 60.000 rupiah perkilonya," jelas Arifin.

Terkait pengembangan budidaya udang tambak ini, pihaknya sangat berharap bantuan Pemerintah Kabupaten dalam menyediakan pakan berupa pellet dan benur yang berkualitas. Sehingga, tambak udang mereka bisa bertahan dan berkembang di Meranti.

"Kami juga memerlukan 1 juta benur dan pakan sampai panen pada siklus kedua ini," harapnya.

Menanggapi harapan kelompok tersebut, Bupati Asmar langsung mengintruksikan Kepala Dinas Perikanan Ahmad Yani yang juga hadir saat itu, agar dapat menganggarkan pakan dan benur udang Vename pada APBDP tahun 2024 ini.

Menyikapi itu, Ahmad Yani menyampaikan pihaknya akan menangani keluhan yang dihadapi pembudidaya tersebut.

Dimana, sebutnya, untuk pengembangan tambak udang di Kepulauan Meranti, terutama masalah teknis, Diskan telah menggandeng 3 perusahaan tambak/ikan berskala nasional, yakni PT CP Prima (Charoen Pokphand), PT Indojaya Agrinusa (PT Java) dan PT eFishery Indonesia.

"Kerjasamanya sudah kita sepakati dalam MoU dengan PT CP Prima dan PT Indojaya Agrinusa pada Agustus kemarin. Sedangkan dengan PT eFishery akan dilakukan penandtanganan MoU tanggal 27 September mendatang. Tujuan kerjasama ini untuk penyediaan pakan pellet dan benur yang berkualitas, serta sebagai pendampingan teknis bagi petambak udang dan ikan namtinya," ungkap Yani.

Lanjutnya, direncanakan pada minggu ke 1 Oktober nanti juga akan ada 13 petak tambak yang akan di danai melalui bantuan modal perusahaan eFishery dan Diskan Kepulauan Meranti.

Selain 3 perusahaan besar itu, bebernya pula, untuk modal usaha pada pembudidaya, Dinas Perikanan telah menggandeng Bank Riau Kepri (BRK) Syariah Selatpanjang melalui kredit usaha rakyat (KUR).

"Kedepan, kita juga akan menggandeng BUMD PT Bumi Meranti, Bank BRI dan Bank Mandiri sebagai mitra dalam menangani modal usaha budidaya tambak udang/ikan di Meranti," tutur Yani lagi. (ADV)

Baca Juga:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru