Ditargetkan Rampung Tahun 2026, Progres Pembangunan Jalan Poros Tanjung Samak-Repan Terus Berlanjut
Pauzi - Selasa, 01 Oktober 2024 08:42 WIB
Kadis PUPR Kabupaten Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko MT didampingi Kabid Bina Marga Edward, meninjau progres pembangunan jalan poros Desa Tanjung Samak-Repan, Kecamatan Rangsang, Senin (30/9/2024).
merantione.com -Progres pekerjaan pembangunan infrastruktur jalan poros Desa Tanjung Samak menuju Desa Repan, Kecamatan Rangsang saat ini terus berlanjut.
Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Meranti menargetkan pembangunan akses jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat di pulau terluar itu akan rampung hingga akhir tahun 2026 mendatang.
Setidaknya, ada sekitar 8 kilometer dengan total anggaran Rp36 miliar lebih yang bersumber dari DAK (dana alokasi khusus) tahun 2025 untuk membangun jalan tersebut hingga tahap hotmix.
"Untuk jalan poros dari Desa Tanjung Samak - Repan ini pembangunannya kita lanjutkan lagi. Dimana, pada tahun depan dianggarkan 36 miliar rupiah supaya tuntas sampai tahap hotmix," ungkap Kepala Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko MT.
Saat ini, sebut Fajar didampingi Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Edward dan staf ketika meninjau proses pembangunan jalan tersebut pada Senin (30/9/2024), bahwa progres pengerjaan jalan Tanjung Samak-Repan itu masih berlanjut.
"Masih ada progres pengerjaan sampai akhir tahun. Kemudian akan kita lanjut lagi tahun depan," ujarnya.
Ditambahkan Edward pula, bahwa untuk tahun 2024 ini ada sepanjang 3,7 kilometer ruas jalan di wilayah tersebut yang sudah di base akan dilanjutkan ke tahap hotmix.
"Anggaran untuk hotmix 3,7 kilometer itu bersumber dari DAK dan DAU Spesifik. Kemudian, saat ini ada juga progres penebalan hotmix," bebernya.
Disebutkan Fajar lagi, pembangunan jalan poros Tanjung Samak-Repan sejalan dengan Tanjung Samak-Tanjung Kedabu itu masuk skala prioritas.
"Ini salah satu impian saya sebagai Kadis PUPR dan bersama jajaran dan tentunya impian semua masyarakat setempat agar jalan poros di pulau Rangsang tuntas terhubung. Sehingga bisa mempermudah akses dan mendongkrak perekonomian masyarakat," tuturnya.
Disisi lainnya, kata Fajar Triasmoko, penuntasan akses jalan poros sebagai urat nadi perekonomian masyarakat juga akan berlanjut bagi kecamatan lainnya di Kabupaten Kepulauan Meranti.
"Tentunya di kecamatan yang lain juga akan kita tuntas pembangunan infrastruktur jalan porosnya. Terlebih yang menjadi kewenangan dari kabupaten, yakni Kecamatan Pulau Merbau dan Tebingtinggi Timur. Bagi kecamatan yang kewenangan pembangunannya di provinsi seperti Merbau, Tasik Putripuyu dan Tebingtinggi Barat juga akan kita koordinasikan ke pemerintah provinsi untuk kelanjutannya," tutup Fajar.***
Baca Juga:
Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Meranti menargetkan pembangunan akses jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat di pulau terluar itu akan rampung hingga akhir tahun 2026 mendatang.
Setidaknya, ada sekitar 8 kilometer dengan total anggaran Rp36 miliar lebih yang bersumber dari DAK (dana alokasi khusus) tahun 2025 untuk membangun jalan tersebut hingga tahap hotmix.
"Untuk jalan poros dari Desa Tanjung Samak - Repan ini pembangunannya kita lanjutkan lagi. Dimana, pada tahun depan dianggarkan 36 miliar rupiah supaya tuntas sampai tahap hotmix," ungkap Kepala Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko MT.
Saat ini, sebut Fajar didampingi Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Edward dan staf ketika meninjau proses pembangunan jalan tersebut pada Senin (30/9/2024), bahwa progres pengerjaan jalan Tanjung Samak-Repan itu masih berlanjut.
"Masih ada progres pengerjaan sampai akhir tahun. Kemudian akan kita lanjut lagi tahun depan," ujarnya.
Ditambahkan Edward pula, bahwa untuk tahun 2024 ini ada sepanjang 3,7 kilometer ruas jalan di wilayah tersebut yang sudah di base akan dilanjutkan ke tahap hotmix.
"Anggaran untuk hotmix 3,7 kilometer itu bersumber dari DAK dan DAU Spesifik. Kemudian, saat ini ada juga progres penebalan hotmix," bebernya.
Disebutkan Fajar lagi, pembangunan jalan poros Tanjung Samak-Repan sejalan dengan Tanjung Samak-Tanjung Kedabu itu masuk skala prioritas.
"Ini salah satu impian saya sebagai Kadis PUPR dan bersama jajaran dan tentunya impian semua masyarakat setempat agar jalan poros di pulau Rangsang tuntas terhubung. Sehingga bisa mempermudah akses dan mendongkrak perekonomian masyarakat," tuturnya.
Disisi lainnya, kata Fajar Triasmoko, penuntasan akses jalan poros sebagai urat nadi perekonomian masyarakat juga akan berlanjut bagi kecamatan lainnya di Kabupaten Kepulauan Meranti.
"Tentunya di kecamatan yang lain juga akan kita tuntas pembangunan infrastruktur jalan porosnya. Terlebih yang menjadi kewenangan dari kabupaten, yakni Kecamatan Pulau Merbau dan Tebingtinggi Timur. Bagi kecamatan yang kewenangan pembangunannya di provinsi seperti Merbau, Tasik Putripuyu dan Tebingtinggi Barat juga akan kita koordinasikan ke pemerintah provinsi untuk kelanjutannya," tutup Fajar.***
Editor
: Pauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar