Produksi Sampah di Selat Panjang Capai 10 Ton Perhari
Pauzi - Kamis, 06 Maret 2014 08:47 WIB
MERANTI, POG - Kepala Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Kepulauan Meranti, Teddymar mengatakan, rata-rata produksi sampah di Selatpanjang mencapai 8 hingga 10 ton per hari. Angka itu dalam kondisi normal. Namun, jika pada perayaan hari keagamaan seperti hari raya Idul Fitri atau Tahun Baru Imlek, bisa mencapai 12 ton/hari bahkan bisa lebih.
"Produksi sampah itu diperoleh dari beberapa pasar yang ada. Seperti Pasar Sandang Pangan. Pasar di Jalan Pelabuhan dan Pasar Pagi di Jalan Banglas dan Jalan Imambonjol,” kata Kepala Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan, Teddymar.
Dijelaskannya armada kebersihan yang dimilikinya saat ini yakni gerobak Bajai sebanyak 15 unit, truk angkutan sampah dan mobil pik up sebanyak 7 unit dengan tenaga kebersihan sebanyak 400 personel.
"Dimana 275 diantaranya bekerja di pusat kabupaten atau ibukota Kecamatan Tebingtinggi. Sebab umumnya produksi sampah terbesar terdapat di Selatpanjang,” katanya.
Tenaga 275 personel pasukan kuning itu lanjut Teddy, mengerjakan berbagai pekerjaan rutin setiap harinya. Seperti tukang sapu jalan, penggali parit atau saluran yang tersumbat termasuk tenaga di bagian pertamanan, maupun personel yang bekerja pada angkutan truk sampah setiap harinya.
"Sedangkan 125 sisa tenaga yang ada, ditempatkan di berbagai kecamatan. Baik sebagai tenaga pengawasan atau pengelola pasar, maupun tenaga kebersihan termasuk bidang pertamanan,” jelasnya.
Diharapkan Teddy, kepada masyarakat jangan melihat jumlah personel yang akan melakukan pembersihan sampah setiap harinya di Selatpanjang. Namun seluruh masyarakat diharapkan agar dapat membantu tugas kebersihan.
"Jika dibanding dengan jumlah masyarakat yang memproduksi sampah setiap harinya, sangat tidak sebanding dengan jumlah tenaga kebersihan. Untuk itulah diharapkan agar seluruh masyarakat dapat membantu upaya kebersihan yang akan kita galakkan," harapnya. (pog/eaf)
"Produksi sampah itu diperoleh dari beberapa pasar yang ada. Seperti Pasar Sandang Pangan. Pasar di Jalan Pelabuhan dan Pasar Pagi di Jalan Banglas dan Jalan Imambonjol,” kata Kepala Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan, Teddymar.
Dijelaskannya armada kebersihan yang dimilikinya saat ini yakni gerobak Bajai sebanyak 15 unit, truk angkutan sampah dan mobil pik up sebanyak 7 unit dengan tenaga kebersihan sebanyak 400 personel.
"Dimana 275 diantaranya bekerja di pusat kabupaten atau ibukota Kecamatan Tebingtinggi. Sebab umumnya produksi sampah terbesar terdapat di Selatpanjang,” katanya.
Tenaga 275 personel pasukan kuning itu lanjut Teddy, mengerjakan berbagai pekerjaan rutin setiap harinya. Seperti tukang sapu jalan, penggali parit atau saluran yang tersumbat termasuk tenaga di bagian pertamanan, maupun personel yang bekerja pada angkutan truk sampah setiap harinya.
"Sedangkan 125 sisa tenaga yang ada, ditempatkan di berbagai kecamatan. Baik sebagai tenaga pengawasan atau pengelola pasar, maupun tenaga kebersihan termasuk bidang pertamanan,” jelasnya.
Diharapkan Teddy, kepada masyarakat jangan melihat jumlah personel yang akan melakukan pembersihan sampah setiap harinya di Selatpanjang. Namun seluruh masyarakat diharapkan agar dapat membantu tugas kebersihan.
"Jika dibanding dengan jumlah masyarakat yang memproduksi sampah setiap harinya, sangat tidak sebanding dengan jumlah tenaga kebersihan. Untuk itulah diharapkan agar seluruh masyarakat dapat membantu upaya kebersihan yang akan kita galakkan," harapnya. (pog/eaf)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Gelar Razia Pekat, Satpol PP Kepulauan Meranti Sisir Sejumlah Tempat di Selatpanjang
Masa Penugasan Selesai, Puluhan Kepsek di Kepulauan Meranti Segara Diganti
Dinas PUPR Kepulauan Meranti Terus Benahi Infrastruktur, Tahun Ini Belasan Proyek Jalan dan Jembatan Dibangun
NasDem Sambangi Keluarga Almarhum MA, Tegas Ahliwaris Pilih Ikhlas
Sekda Meranti Tekankan 9 Aspek Penting ke Aparatur di Kecamatan Merbau
Bupati Asmar Harap Pilkades Serentak 8 Oktober Berlangsung Sukses
Komentar