Komjen Budi Waseso jadi Kepala BNN, Komjen Anang jadi Kabareskrim
JAKARTA - Komjen Pol Budi Waseso akhirnya dicopot dari posisi Kabareskrim Polri. Jenderal bintang tiga itu dirotasi menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Sementara, posisi Kabareskrim akan ditempati oleh Komjen Pol Anang Iskandar yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BNN.
"Iya betul Pak Anang gantikan posisi Kabareskrim," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dalam pesan singkat, Kamis (4/9).
Seperti diketahui, kabar pencopotan Komjen Pol Budi Waseso dari posisi Kabareskrim ramai mencuat setelah Menko Polhukam Luhut Panjaitan menyatakan Presiden Jokowi tak mau penegakan hukum dilakukan secara gaduh karena membawa efek buruk pada perekonomian.
Komjen Budi Waseso belakangan tengah mengusut sejumlah kasus kakap, beberapa di antaranya adalah kasus mafia sapi dan perkara dugaan korupsi atas pengadaan mobile crane Pelindo.
Atas instruksi Komjen Budi Waseso, petugas Bareskrim Polri, petugas Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di kantor Pelindo II. Penggeledahan sampai-sampai dilakukan di kantor Dirut Pelindo II, RJ Lino.
Saat itu, Lino langsung menelepon Menteri Bappenas Sofyan Djalil dan mengancam jika Presiden Jokowi tak segera menyelesaikan persoalan itu dirinya akan mundur.
Komjen Pol Anang Iskandar, lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 18 Mei 1958. Di Akademi Kepolisian (Akpol), Anang merupakan lulusan 1982 atau satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.
Anang sempat dua bulan menjabat sebagai orang nomor satu di Akpol kemudian menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional menggantikan Komjen Pol. Gories Mere.(mdk)
Sementara, posisi Kabareskrim akan ditempati oleh Komjen Pol Anang Iskandar yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BNN.
"Iya betul Pak Anang gantikan posisi Kabareskrim," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dalam pesan singkat, Kamis (4/9).
Seperti diketahui, kabar pencopotan Komjen Pol Budi Waseso dari posisi Kabareskrim ramai mencuat setelah Menko Polhukam Luhut Panjaitan menyatakan Presiden Jokowi tak mau penegakan hukum dilakukan secara gaduh karena membawa efek buruk pada perekonomian.
Komjen Budi Waseso belakangan tengah mengusut sejumlah kasus kakap, beberapa di antaranya adalah kasus mafia sapi dan perkara dugaan korupsi atas pengadaan mobile crane Pelindo.
Atas instruksi Komjen Budi Waseso, petugas Bareskrim Polri, petugas Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di kantor Pelindo II. Penggeledahan sampai-sampai dilakukan di kantor Dirut Pelindo II, RJ Lino.
Saat itu, Lino langsung menelepon Menteri Bappenas Sofyan Djalil dan mengancam jika Presiden Jokowi tak segera menyelesaikan persoalan itu dirinya akan mundur.
Komjen Pol Anang Iskandar, lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 18 Mei 1958. Di Akademi Kepolisian (Akpol), Anang merupakan lulusan 1982 atau satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.
Anang sempat dua bulan menjabat sebagai orang nomor satu di Akpol kemudian menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional menggantikan Komjen Pol. Gories Mere.(mdk)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Cegah Karhutla, Babinsa dan Warga Rutin Patroli di Desa Sendaur
Komsos Babinsa di Insit, Warga Diimbau Jaga Kerukunan dan Faktor Keamanan
Pasutri di Selatpanjang Ditangkap, Diduga Edarkan Ekstasi
Polisi Amankan Pria Diduga Pengedar Sabu di Merbau, Hasil Tes Urine Positif
Pengedar Ganja di Banglas Diciduk, Polisi Ungkap Peran Laporan 110
TMMD ke-128 Resmi Dimulai, Sinergi TNI dan Pemkab Bengkalis Percepat Pembangunan Desa
Komentar