Polres Bengkalis Akan Selidiki Penjualan Buku Siluman
BENGKALIS -Polres Bengkalis akan menyelidiki dugaan penjualan buku siluman ke sekolah-ekolah dasar di Kabupaten Bengkalis oleh CV.Sukses Makmur atas yang diduga atas perintah Pelaksana Tugas (Plt) kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bengkalis. Ada indikasi dugaan mark up dalam penjualan buku siluman yng berjuaan "Stop Kekerasan terhadap Ana" tersebut.
Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono SIK ketika ditemui sejumlah wartawan Rabu (26/04/2017) petang mengaku sudah mendengar informasi adanya dugaan penjuaan buku siluan yang terken dipaksakan ke sekolah-sekolah dasar itu dengan harga Rp 500 ribu untuk dua buku (bukan satu buku,red). Ia langsung memerintahkan Satuan Reskrim Polres Bengkalis untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut.
"Ya, saya sudah mendengar adanya informasi tentang adanya dugaan penjualan buku ke sekolah-sekolah dasar dengan harga yang ditengarai tinggi. Saya sudah perintahkan anggota di Satreskrim untuk menelusuri informasi tersebut dengan mengumpulkan data ke lapangan,"terang Kapolres menindaklanjuti hal tersebut.
Disampaikan Hadi Wicaksono lagi, untuk tahap awal penyelidikan akan dilakukan pengumpulan data atau ful baket dengan mengambil sample ke sekolah-sekolah. Untuk saat ini ujarnya, masih menggunakan azas praduga tak bersalah, karena statusnya masih dalam penyelidikan. Kalau memang ada unsure kesalahan dan tindak pidana, tentu statusnya bisa kita tingkatkan ke penydikan.
"Intinya infrmasi yang beredar kita telusuri dahululah. Dengan melakukan pengecekan ke lapangan, tentu akan dapat disimpulkan nantinya, apakah dugaan itu betul atau tidak,"ulas Kapolres menambahkan.
Seperti dirilis sebelumnya, penjualan buku siluman yang berjudul "Stop kekerasan Terhadap Anak" dengan harga Rp 500 ribu untuk dua buku oleh CV.ukses Makmur yang beralamat di Balai Pungut kecamatan Pinggir. Pembelian oleh sekolah tersebut diduga menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang tidak ada dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA).(Gus)
Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono SIK ketika ditemui sejumlah wartawan Rabu (26/04/2017) petang mengaku sudah mendengar informasi adanya dugaan penjuaan buku siluan yang terken dipaksakan ke sekolah-sekolah dasar itu dengan harga Rp 500 ribu untuk dua buku (bukan satu buku,red). Ia langsung memerintahkan Satuan Reskrim Polres Bengkalis untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut.
"Ya, saya sudah mendengar adanya informasi tentang adanya dugaan penjualan buku ke sekolah-sekolah dasar dengan harga yang ditengarai tinggi. Saya sudah perintahkan anggota di Satreskrim untuk menelusuri informasi tersebut dengan mengumpulkan data ke lapangan,"terang Kapolres menindaklanjuti hal tersebut.
Disampaikan Hadi Wicaksono lagi, untuk tahap awal penyelidikan akan dilakukan pengumpulan data atau ful baket dengan mengambil sample ke sekolah-sekolah. Untuk saat ini ujarnya, masih menggunakan azas praduga tak bersalah, karena statusnya masih dalam penyelidikan. Kalau memang ada unsure kesalahan dan tindak pidana, tentu statusnya bisa kita tingkatkan ke penydikan.
"Intinya infrmasi yang beredar kita telusuri dahululah. Dengan melakukan pengecekan ke lapangan, tentu akan dapat disimpulkan nantinya, apakah dugaan itu betul atau tidak,"ulas Kapolres menambahkan.
Seperti dirilis sebelumnya, penjualan buku siluman yang berjudul "Stop kekerasan Terhadap Anak" dengan harga Rp 500 ribu untuk dua buku oleh CV.ukses Makmur yang beralamat di Balai Pungut kecamatan Pinggir. Pembelian oleh sekolah tersebut diduga menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang tidak ada dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA).(Gus)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
TMMD ke-128 Resmi Dimulai, Sinergi TNI dan Pemkab Bengkalis Percepat Pembangunan Desa
Komsos Babinsa di Rangsang, Warga Dihimbau Aktif Gotong Royong dan Cegah Karhutla
Patroli Karhutla di Desa Lemang Berjalan Aman, Babinsa Imbau Warga Tak Bakar Lahan
Operasi Antik 2026, Polres Meranti Intensifkan Razia THM untuk Cegah Narkoba
Muzamil Ingatkan Musrenbang Bukan Formalitas, Tapi Arah Masa Depan Daerah
Komsos Babinsa di Banglas, Warga Diimbau Aktif Jaga Lingkungan
Komentar