Korupsi Jembatan Padamaran II di Rohil. Kerugian Membengkak, Dari Rp2,5 Miliar Jadi Rp9,4 Miliar
PEKANBARU - Kerugian negara akibat korupsi pada pembangunan Jembatan Padamaran II di Rokan Hilir membengkak, dari Rp2,5 miliar menjadi Rp9,5 miliar. Hal ini diketahui setelah Badan Pengawas Keuangan Pemerintah (BPKP) selesai melakukan audit.
"Awalnya kerugian negara diperkirakan Rp2,5 miliar, tapi setelah diaudit ternyata naik menjadi Rp9,5 miliar," kata Sugeng Riyanta, Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, di Pekanbaru, Minggu (21/5).
Saat kerugian diperkirakan Rp2,5 milair, tambah Sugeng, PT Waskita Karya (WK) langsung memberi dana Rp2,5 miliar ke kas penampungan milik Kejati Riau. "Kita akan minta lagi kekurangannya," tegas Sugeng.
Jaksa telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Wan Amir Firdaus (mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Rohil) dan Ibus Kadri (mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Rohil) serta MB (kontraktor pengawas proyek) sebagai tersangka.
Sugeng menyebut, berkas Ibus Kasri sudah dinyatakan lengkap atau P21. Rencananya, berkas itu akan diserahkan dari jaksa penyidik ke jaksa penuntut pada Selasa (23/5). "Tersangka sudah ditahan di Rutan Sialang Bungkuk," katanya.(olc)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti
Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas
Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini
Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak
Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas
Komentar