Jaksa Periksa Eks Dirut PT BLJ
PEKANBARU -Jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau memeriksa mantan Direktur Utama (Dirut) PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ), Yusrizal Andayani, dalam dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada penyertaan modal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis.
Yusrizal yang sudah ditetapkan sebagai tersangka diperiksa secara tertutup di Kantor Kejati Riau dari pukul 10.00 WIB hingga sore, Rabu (2/8). Dia diperiksa di ruang Bagian Pidana Khusus (Pidsus).
Asisten Pidsus Kejati Riau, Sugeng Riyanta, mengatakan pemeriksaan itu merupakan pemeriksaan lanjutan. Yusrizal sendiri sudah beberapa kali diperiksa bersama saksi lainnya. "Pemeriksaan ini untuk melengkapi berkas," kata Sugeng dilansir okeline.
Dalam kasus ini, jaksanya juga menetapkan seorang perempuan berinisial S sebagai tersangka. Saat ini, S berstatus terpidana dalam kasus lain dan ditahan di Lapas Bogor, Provinsi Jawa Barat. "Kita akan melakukan pemeriksaan terhadap S di Bogor. Dia diperiksa sebagai tersangka," terang Sugeng.
Seperti diketahui, korupsi di tubuh BUMD milik Pemkab Bengkalis itu berawal dari alokasi dana Rp300 miliar di APBD Bengkalis 2011 kepada perusahaan itu sebagai dana penyertaan modal
Dana yang diperuntukkan membangun dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Lubuk Bakul, Kabupaten Bengkalis malah diinvestasikan kepada sejumlah anak perusahaan PT BLJ, seperti dealer sepeda motor gede di Bogor, pendirian sekolah di Jalan Arifin Ahmad dan lainnya. Akibatnya, negara merugi Rp265 miliar.
Penyidik telah menyita sejumlah aset dan uang tunai. Penyitaan masih dilakukan, mengingat banyaknya aset yang dibelanjakan. Selain itu, ada 165 aliran dana dengan nominal jutaan hingga miliaran rupiah.
Kasus dugaan TPPU ini merupakan pengembangan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang juga menjerat Yusrizal dan stafnya, Ari Suryanto. Dalam kasus ini, Yisrizal sudah divonis Mahkamah Agung dengan hukuman 9 tahun penjara dan denda Rp500 juta serta membayar uang pengganti kerugian negara Rp11,356 miliar. (olc)
Yusrizal yang sudah ditetapkan sebagai tersangka diperiksa secara tertutup di Kantor Kejati Riau dari pukul 10.00 WIB hingga sore, Rabu (2/8). Dia diperiksa di ruang Bagian Pidana Khusus (Pidsus).
Asisten Pidsus Kejati Riau, Sugeng Riyanta, mengatakan pemeriksaan itu merupakan pemeriksaan lanjutan. Yusrizal sendiri sudah beberapa kali diperiksa bersama saksi lainnya. "Pemeriksaan ini untuk melengkapi berkas," kata Sugeng dilansir okeline.
Dalam kasus ini, jaksanya juga menetapkan seorang perempuan berinisial S sebagai tersangka. Saat ini, S berstatus terpidana dalam kasus lain dan ditahan di Lapas Bogor, Provinsi Jawa Barat. "Kita akan melakukan pemeriksaan terhadap S di Bogor. Dia diperiksa sebagai tersangka," terang Sugeng.
Seperti diketahui, korupsi di tubuh BUMD milik Pemkab Bengkalis itu berawal dari alokasi dana Rp300 miliar di APBD Bengkalis 2011 kepada perusahaan itu sebagai dana penyertaan modal
Dana yang diperuntukkan membangun dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Lubuk Bakul, Kabupaten Bengkalis malah diinvestasikan kepada sejumlah anak perusahaan PT BLJ, seperti dealer sepeda motor gede di Bogor, pendirian sekolah di Jalan Arifin Ahmad dan lainnya. Akibatnya, negara merugi Rp265 miliar.
Penyidik telah menyita sejumlah aset dan uang tunai. Penyitaan masih dilakukan, mengingat banyaknya aset yang dibelanjakan. Selain itu, ada 165 aliran dana dengan nominal jutaan hingga miliaran rupiah.
Kasus dugaan TPPU ini merupakan pengembangan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang juga menjerat Yusrizal dan stafnya, Ari Suryanto. Dalam kasus ini, Yisrizal sudah divonis Mahkamah Agung dengan hukuman 9 tahun penjara dan denda Rp500 juta serta membayar uang pengganti kerugian negara Rp11,356 miliar. (olc)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti
Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas
Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini
Upacara Hari Santri 2026, Bupati Asmar : Kuasai Ilmu dan Jaga Akhlak
Polsek Tebingtinggi Tangkap Terduga Pelaku Pembobol Rumah di Banglas
Komentar